Program tahfidz menjadi salah satu program unggulan di SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Tahfidz Class Program yang menjadi wadah pembinaan siswa dalam menghafal Al-Qur’an.
Sebagai bagian dari penguatan program tersebut, SMAMDA Sidoarjo menggelar kegiatan Tahfidz Camp dan Munaqosah pada Jumat (8/5/2026).
Kegiatan dimulai pukul 13.30 WIB dengan melibatkan siswa yang telah memiliki hafalan minimal lima juz. Para peserta diarahkan menuju SMAMDA Dormitory untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung selama program berlangsung.
Pembukaan kegiatan dilaksanakan di auditorium lantai 7 SMAMDA Dormitory. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan pembukaan resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang ISMUBA SMAMDA Sidoarjo, Fuad Syukri Zaen.
Dalam sambutannya, Fuad memberikan motivasi kepada peserta mengenai pentingnya menjaga semangat dalam menghafal Al-Qur’an. Ia mengibaratkan proses menghafal Al-Qur’an seperti perjuangan Siti Hajar saat mencari air untuk Nabi Ismail.
Menurutnya, setiap proses yang dijalani dengan kesungguhan akan memberikan manfaat bagi kehidupan di masa mendatang.
“Perjuangan yang kalian lakukan hari ini bisa menjadi jalan menuju masa depan yang baik dan kesuksesan,” tuturnya.
Fuad juga menjelaskan bahwa kegiatan Tahfidz Camp menjadi bagian dari pembinaan untuk membantu siswa menjaga konsistensi hafalan. Selain itu, kegiatan tersebut dipersiapkan sebagai penguatan sebelum mengikuti ujian munaqosah tahfidzul Qur’an bersama Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap siswa dapat lebih disiplin dalam menjaga hafalan sekaligus meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an mereka. Para peserta juga mendapatkan pendampingan selama kegiatan berlangsung agar proses murojaah dan penambahan hafalan berjalan lebih terarah.
SMAMDA Sidoarjo menargetkan siswa yang telah mencapai hafalan minimal lima juz dapat mengikuti munaqosah dan memperoleh sertifikat resmi dari Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo. Sertifikat tersebut nantinya dapat menjadi salah satu nilai tambah bagi siswa, termasuk dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Hal itu tentu menjadi manfaat tambahan bagi siswa, meskipun tujuan utama tetap menjaga dan meningkatkan hafalan Al-Qur’an,” jelas Fuad saat membuka kegiatan.
Selain menjadi agenda pembinaan akademik keagamaan, Tahfidz Camp juga dimanfaatkan untuk membangun kedisiplinan, kebiasaan murojaah, serta semangat belajar Al-Qur’an di kalangan siswa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mendukung pembentukan karakter religius melalui program tahfidz yang dijalankan secara berkelanjutan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments