Sebanyak 24 siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage yang terdiri dari 12 putra dan 12 putri berkumpul di saf pertama masjid pada Senin (12/10/2026). Mereka bukan sedang melaksanakan sholat, melainkan mengikuti pembinaan rutin Takmir Kids yang dipandu Abdul Rohim, SHI., Kaur Kurikulum ISMUBA sekaligus pembina Takmir Kids.
Pembinaan yang dilaksanakan setelah sholat Dhuha ini bertujuan menguatkan tanggung jawab para anggota dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan masjid.
Dalam arahannya, Abdul Rohim berpesan agar setiap anggota Takmir Kids mampu menjadi teladan bagi teman-temannya, baik sesama anggota maupun siswa lainnya.
“Anggota Takmir Kids harus menjadi teladan yang baik bagi orang lain, baik sesama anggota maupun teman-temannya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan selama berada di masjid. Para anggota diharapkan tidak banyak berbicara atau bercanda, tetapi lebih mengutamakan tindakan nyata untuk membantu teman-temannya agar tetap tertib dan tenang saat berada di tempat ibadah.
Menurutnya, tugas Takmir Kids bukan sekadar mengenakan rompi atau menjalankan arahan pembina, melainkan turut menciptakan suasana masjid yang nyaman bagi seluruh jamaah.
Takmir Masjid Kids
Abdul Rohim kemudian mengulas kembali pembagian tugas anggota Takmir Kids. Mereka ditempatkan di beberapa area, mulai dari jalur menuju masjid, teras depan, pintu masuk, hingga bagian dalam masjid. Setiap anggota diharapkan memahami tanggung jawabnya agar pelaksanaan tugas berjalan tertib dan terkoordinasi.
Ia memberikan perhatian khusus kepada anggota yang bertugas di teras masjid. Mereka tidak diperbolehkan hanya duduk-duduk, tetapi harus aktif mengajak teman-temannya menata sandal dan sepatu supaya tersusun rapi.
“ Masing-masing anggota harus mengetahui tugasnya masing-masing, biar bisa berjalan dengan baik,” pesannya.
Melalui pembinaan rutin ini, para anggota diharapkan semakin disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan masjid. Mereka juga belajar bahwa menjadi kader takmir berarti memberikan contoh melalui perilaku sehari-hari.
Di akhir kegiatan, Abdul Rohim memotivasi seluruh anggota agar terus bersemangat menjalankan tugas. Ia mengingatkan semboyan amar ma’ruf nahi mungkar yang tertulis di bagian belakang rompi Takmir Kids sebagai pedoman dalam berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Takmir Kids diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga adab, kebersihan, dan ketertiban masjid. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments