Tiga guest teacher asal Turkiye mengunjungi SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) untuk mengenal lebih dekat gerakan Muhammadiyah, khususnya di bidang pendidikan dan organisasi otonom (ortom), Jumat (7–14/8/2026).
Kunjungan tersebut difasilitasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dan didampingi Sekretaris PCIM Turkiye, Maftuh Ikhsan Nanda Kurniawan. Tiga guest teacher tersebut adalah Yusuf Kerem Tastan, Tarik Ziyad Kanadikirik, dan Ahmet Salih Yildiz.
Ketiganya disambut hangat keluarga besar Smamita. Mereka berkesempatan melihat secara langsung aktivitas pembelajaran, pembinaan karakter, serta berinteraksi dengan guru dan siswa.
Tertarik dengan Ortom Smamita
Keberadaan ortom di Smamita menjadi salah satu hal yang menarik perhatian para guest teacher. Mereka dikenalkan dengan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Tapak Suci Putera Muhammadiyah, dan Hizbul Wathan (HW).
Selain itu, mereka juga diperkenalkan dengan Public Speaking Club sebagai wadah pengembangan minat dan bakat siswa.
Maftuh mengatakan, para guest teacher terkesan dengan sambutan dan antusiasme keluarga besar Smamita.
“Alhamdulillah, kami disambut begitu meriah oleh keluarga besar SMA Muhammadiyah 1 Taman. Antusias guru dan siswanya Masya Allah luar biasa,” ujarnya.
Menurut Maftuh, melalui ortom para guest teacher dapat melihat bahwa dakwah Muhammadiyah hadir dalam berbagai bidang kehidupan. Tapak Suci bergerak melalui bela diri, HW melalui kegiatan kepanduan dan alam, sedangkan IPM menjadi wadah pengembangan pelajar.
“Mereka semakin memahami bahwa gerakan Muhammadiyah sangat luas, tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga sosial, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Belajar Pendidikan hingga Budaya
Kunjungan tersebut juga menjadi ruang pertukaran budaya antara Indonesia dan Turkiye. Para guest teacher berbagi pengalaman serta mengenalkan budaya Turki kepada siswa Smamita.
Mereka juga turut merasakan semarak peringatan kemerdekaan Indonesia melalui berbagai lomba yang digelar di sekolah.
Perjalanan mengenal Muhammadiyah kemudian berlanjut melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sepanjang. Mereka dijadwalkan mempelajari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang kesehatan melalui kunjungan dan diskusi bersama Rumah Sakit Siti Khodijah serta Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU).
Selanjutnya, mereka akan menuju Lamongan untuk mengunjungi Pondok Pesantren Al Mizan dan panti asuhan Muhammadiyah. Dalam kunjungan tersebut, mereka juga akan merasakan kehidupan bersama para santri.
Bawa Pengalaman Muhammadiyah ke Turki
Kunjungan ini merupakan bagian dari proses belajar para guest teacher mengenai masyarakat Islam Indonesia, khususnya Muhammadiyah. Proses tersebut berkaitan dengan kerja sama antara Muhammadiyah, PCIM Turkiye, dan organisasi YediHilal yang didirikan di Turkiye pada 2012.
Maftuh menjelaskan, kerja sama tersebut mulai berkembang setelah kunjungan ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta pada 2024 dan berlanjut pada 2025.
“Alhamdulillah, sampai sekarang mereka melanjutkan dua tahun belajar di Indonesia untuk mempelajari masyarakat Islam di Indonesia, khususnya Muhammadiyah,” tuturnya.
Setelah kembali ke Turkiye, pengalaman tersebut akan dikembangkan dalam bentuk artikel ilmiah, jurnal, dan konten YouTube. Pada agenda terakhir di PWM Jawa Timur, mereka juga dijadwalkan membantu menerjemahkan dokumen 10 Kepribadian Muhammadiyah ke dalam bahasa Turkiye.
Kunjungan ke Smamita pun menjadi lebih dari sekadar silaturahmi. Pertemuan tersebut membuka ruang pertukaran pengalaman di bidang pendidikan, budaya, dan gerakan sosial antara Muhammadiyah di Indonesia dan para pendidik dari Turkiye.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments