Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Komplek Perguruan Muhammadiyah Batu. Tiga pesilat muda terbaik berhasil lolos mewakili Kota Batu pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 cabang olahraga Pencak Silat.
Kompetisi bergengsi yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur tersebut berlangsung pada Selasa (30/06/2026) hingga Rabu (01/07/2026).
Ketiga atlet yang tampil membela Kota Batu adalah Athalla Ausaf dan Shankari Sajni dari SD Muhammadiyah 4 Batu (Muhaba) serta Andrea Rayyan dari SMP Muhammadiyah 8 Batu (Mudeba).
Keberhasilan mereka menembus tingkat provinsi merupakan hasil dari proses seleksi yang ketat sekaligus menjadi bukti kualitas pembinaan olahraga di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Batu.
Sinergi Pengembangan Potensi
Keikutsertaan ketiga pesilat tersebut mencerminkan sinergi yang kuat antara Muhaba dan Mudeba dalam mengembangkan potensi peserta didik, khususnya di bidang olahraga.
Berada dalam satu komplek pendidikan memudahkan koordinasi antarsekolah untuk menciptakan pembinaan yang berkesinambungan, sehingga talenta-talenta muda dapat berkembang secara optimal.
Di bawah naungan Perguruan Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kota Batu, Athalla, Shankari, dan Andrea menjalani latihan secara disiplin dan konsisten.
Selain mengasah kemampuan teknik dan fisik, mereka juga ditempa untuk memiliki karakter tangguh, sportivitas, serta semangat pantang menyerah yang menjadi nilai utama dalam seni bela diri Tapak Suci.
Pantik Bangga Pelatih
Pelatih Tapak Suci, Rudiansyah, mengungkapkan rasa bangganya terhadap perjuangan ketiga atlet tersebut.
Menurutnya, latihan yang dijalani selama ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan bertanding, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak, disiplin, dan bermental juara.
“Athalla, Shankari, dan Andrea memiliki semangat juang yang luar biasa. Latihan rutin di Tapak Suci bukan hanya membentuk fisik dan teknik bela diri mereka, tetapi juga menanamkan karakter kesatria yang siap menghadapi berbagai tantangan,” ujar Rudiansyah.
Semangat para atlet juga semakin bertambah dengan hadirnya para guru dari Muhaba dan Mudeba yang memberikan dukungan langsung di arena pertandingan.
Kehadiran mereka menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi para pesilat saat menghadapi lawan-lawan terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Manajemen Komplek Perguruan Muhammadiyah Batu menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, guru, serta orang tua yang telah mendukung proses pembinaan hingga mampu mengantarkan para siswa berlaga di tingkat provinsi.
Harapannya prestasi ini menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan bakat, berani berkompetisi, dan mengharumkan nama sekolah, Kota Batu, serta Muhammadiyah di tingkat yang lebih tinggi, bahkan hingga tingkat nasional.





0 Tanggapan
Empty Comments