Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menginisiasi pembentukan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat perkotaan. Inisiasi tersebut ditandai dengan penyelenggaraan pengajian perdana di kediaman Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Uhamka, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Menggembirakan Dakwah Muhammadiyah, Bergerak dari Bawah” itu menjadi langkah awal untuk membangun gerakan dakwah berbasis komunitas yang lebih dekat dengan masyarakat.
Dekan FEB Uhamka, Prof. Zulpahmi, menjelaskan bahwa keberadaan ranting memiliki peran penting dalam memperkuat struktur Persyarikatan hingga tingkat akar rumput. Menurutnya, sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mendukung pengembangan dakwah sekaligus menghadirkan program-program sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Uhamka siap berkomitmen penuh mendukung ekspansi persyarikatan. Kami berharap PRM Lenteng Agung menjadi pemantik lahirnya gerakan sosial-keagamaan yang mencerahkan dan memberi manfaat riil bagi ketahanan masyarakat perkotaan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) RI, Naswardi, menilai pembentukan PRM Lenteng Agung membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan dakwah kultural.
Menurutnya, pendekatan melalui seni dan perfilman dapat menjadi media yang efektif untuk memperkuat literasi budaya sekaligus menyampaikan nilai-nilai Islam kepada masyarakat perkotaan.
“Langkah taktis ini sangat sejalan dengan prinsip amar makruf nahi mungkar. Pendekatan kultural lewat perfilman dan seni visual dapat menjadi media dakwah modern yang sangat relevan dan mudah diterima masyarakat kota saat ini,” katanya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Selatan, Edi Sukardi, menegaskan bahwa kehadiran ranting Muhammadiyah harus mampu menjawab berbagai persoalan sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, ranting tidak cukup hanya menjadi struktur organisasi, tetapi juga perlu berperan sebagai pusat pelayanan dan gerakan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Dakwah perkotaan adalah kerja kolektif. Kehadiran PRM Lenteng Agung diharapkan mampu menjadi inkubator gerakan sosial yang inklusif demi meluaskan syiar Islam berkemajuan,” tegasnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jagakarsa, Indra Sutisna, berharap pembentukan PRM Lenteng Agung dapat memperkuat pelayanan Persyarikatan sekaligus memperluas kebermanfaatan Muhammadiyah di wilayah Jakarta Selatan.
Pengajian perdana tersebut juga dihadiri Wakil Ketua PDM Jakarta Selatan Muhammad Iqbal, jajaran pimpinan fakultas Uhamka, tokoh masyarakat, serta warga Muhammadiyah di kawasan Lenteng Agung. Pembentukan struktur kepengurusan resmi PRM Lenteng Agung selanjutnya akan dikoordinasikan bersama PCM Jagakarsa.





0 Tanggapan
Empty Comments