Dalam kehidupan, setiap Muslim tentu sudah memiliki rujukan yang dipegang agar kehidupannya tidak menyimpang dari aturan agama. Lebih-lebih para juru dakwah yang mencerahkan sesama. Tentu sangat baik jika persatuan senantiasa dijaga dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an, saling menguatkan atau bersinergi, sehingga dakwah dapat dilaksanakan dengan gembira.
Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu.
Dalam Tafsir Al-Mukhtashar dijelaskan:
“berpeganglah kalian -wahai orang-orang mukmin- pada Al-Kitab (Al-Qur`ān) dan Sunah. Janganlah kalian melakukan sesuatu yang dapat menjerumuskan kalian ke dalam perpecahan. Ingatlah karunia yang Allah berikan ketika kalian dahulu saling bermusuhan sebelum Islam hingga berperang karena sebab yang sangat sepele. Kemudian Allah menyatukan hati kalian dengan Islam, sehingga berkat anugerah-Nya kalian bisa menjadi saudara seagama, saling mengasihi dan saling menasihati.”
Sesama Mukmin jangan sampai saling membenci, iri hati, melakukan pembunuhan karakter, dan melakukan perbuatan tercela lainnya. Sebab, hal itu dapat meruntuhkan ukhuwah Islamiyah.
Oleh karena itu, setiap Mukmin wajib menjaga ukhuwah. Setiap Mukmin juga boleh mengeluarkan ide-ide cemerlang untuk tegaknya dakwah Islamiyah yang menggembirakan dan dapat dirasakan manfaatnya.
Dalam pada itu, Allah Subhaanahu wa Ta’ala menegaskan bahwa sesama Mukmin adalah saudara, sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-Hujurat ayat 10:
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“..Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”
Ada penjelasan dari pakar tafsir yang menarik dan dapat kita ambil hikmahnya, seperti Tafsir As-Saidi yang menjelaskan:
“Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara.” Ini adalah perjanjian yang ditunaikan Allah di antara sesama orang-orang yang beriman. Siapa pun orangnya yang berada di belahan timur bumi ataupun barat yang beriman kepada Allah, Malaikat, kitab-kitab, rasul-rasulNya, serta beriman kepada Hari akhir, maka ia adalah saudara orang-orang yang beriman lainnya, persaudaraan yang mengharuskan orang-orang mencintainya sebagaimana mereka mencintai diri mereka sendiri serta tidak menyukai apa pun mengenainya sebagaimana diri mereka sendiri tidak suka terkena hal itu.
Rasulullah bersabda:
“Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya.” HR. Bukhori dan Muslim.
Rasanya, penjelasan ini sangat inspiratif dan tentu akan membawa manfaat serta barokah.
Pertama, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kesetiakawanan.
Hal ini menimbulkan sikap tolong-menolong dan rasa kepedulian terhadap sesama karena perasaan persaudaraan semakin kuat.
Kedua, menumbuhkan rasa cinta dalam dakwah karena Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
Dakwah yang berarti mengajak sangat diperlukan kerja sama atau sinergi untuk menyusun strategi yang dilakukan secara bersama.
Ketiga, saling menyemangati dalam beramal saleh.
Dalam ajaran Islam, sangat dianjurkan saling mengingatkan dalam kebenaran, termasuk menyemangati dalam berbuat baik sehingga dalam setiap langkah selalu menabur kebaikan.
Keempat, saling mendukung dalam menyukseskan dakwah berjamaah.
Bagi orang yang beriman dan berpegang teguh pada ajaran Allah Subhaanahu wa Ta’ala, akan rela hati menyukseskan dakwah secara berjamaah.
Kelima, menguatkan niat untuk meningkatkan ibadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
Berpegang teguh pada agama Allah memiliki pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan.





0 Tanggapan
Empty Comments