Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

UMY Perluas Program Magang Internasional, Bidik Industri Aspal Taiwan untuk Mahasiswa Teknik Sipil

Iklan Landscape Smamda
UMY Perluas Program Magang Internasional, Bidik Industri Aspal Taiwan untuk Mahasiswa Teknik Sipil
Mahasiswa UMY sedang berdiskusi. Foto: DKGE UMY
pwmu.co -

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus memperluas jaringan magang internasional bagi mahasiswanya. Setelah menjalin berbagai kemitraan dengan industri di Jepang, UMY kini menjajaki kerja sama dengan Sindau, produsen Asphalt Mixing Plant (AMP) di Taiwan, yang diproyeksikan menjadi mitra strategis bagi mahasiswa Program Studi Teknik Sipil.

Selain membuka peluang belajar di industri global, kolaborasi ini juga berpotensi menjadi jalur menuju karier profesional setelah masa magang berakhir.

Penjajakan kerja sama tersebut dipimpin langsung oleh Head of Industry Partnership and Employability DKGE UMY, Ir. Emil Adly, ST, M.Eng, Ph.D, dalam rangkaian kunjungan industri ke Jepang dan Taiwan guna memetakan peluang karier internasional bagi mahasiswa.

Meski Sindau belum memiliki pengalaman menerima mahasiswa asing, Emil menilai perusahaan tersebut memiliki prospek yang menjanjikan karena bidang usahanya berkaitan erat dengan kompetensi yang dipelajari mahasiswa Teknik Sipil.

“Kunjungan ini memiliki nilai strategis karena bidang industrinya bersinggungan langsung dengan teknik sipil. Selain itu, perusahaan juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk melanjutkan karier setelah magang atau memperoleh rekomendasi kerja ke perusahaan mitra lainnya,” ujar Emil, Senin (22/6/2026).

Dalam skema yang tengah disiapkan, mahasiswa UMY akan menempati sejumlah posisi penting, seperti quality control, operator mesin, serta bagian pengujian material.

Penempatan tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam proses produksi aspal di pabrik.

Mereka akan mempelajari pengendalian mutu pada proses pencampuran (mixing) aspal, melakukan pengujian kualitas material, hingga mengoperasikan mesin produksi.

Ruang lingkup pekerjaan tersebut dinilai sangat relevan dengan kurikulum Teknik Sipil, khususnya pada bidang material jalan, teknologi perkerasan, dan pengujian mutu konstruksi.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan DKGE UMY, Sindau memperoleh skor 82 dari 100. Penilaian tersebut mencakup kesesuaian bidang studi, kesiapan program magang, serta kejelasan tugas yang akan dijalankan mahasiswa selama berada di perusahaan.

SMPM 5 Pucang SBY

Meski memperoleh nilai tinggi, beberapa aspek masih memerlukan pembahasan lebih lanjut, terutama terkait fasilitas dan perlindungan mahasiswa selama menjalani magang di luar negeri.

Sebab, Sindau belum memiliki pengalaman menerima mahasiswa internasional sehingga sejumlah mekanisme pendukung, termasuk besaran uang saku (allowance), masih perlu dimatangkan.

Namun demikian, Emil melihat adanya modal positif karena saat ini terdapat pekerja asal Indonesia lulusan perguruan tinggi di Taiwan yang bekerja di perusahaan tersebut.

Kehadiran mereka diyakini dapat membantu proses adaptasi mahasiswa UMY selama mengikuti program magang.

Selain membuka peluang magang, kerja sama ini juga berpotensi berkembang ke bidang penelitian terapan.

Sejumlah topik yang dapat dikembangkan bersama antara lain peningkatan kualitas campuran aspal, inovasi material, serta efisiensi proses produksi pada teknologi perkerasan jalan.

“Kerja sama ini berpotensi berkembang menjadi jalur magang menuju karier profesional, karena mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman industri, tetapi juga berpeluang direkrut atau direkomendasikan ke perusahaan mitra lainnya setelah menyelesaikan program magang,” pungkas Emil. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 23/06/2026 00:24
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu