SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) melaksanakan upacara peringatan HUT ke-81 RI dengan penuh khidmat di lapangan sekolah, Senin (17/8/2026). Upacara tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus menguatkan komitmen pelajar dalam menjauhi narkoba.
Bertindak sebagai pembina upacara, Wawan Kurniawan Aziz, S.Psi., M.Si. dari BNN Kabupaten Gresik. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga masa depan bangsa dengan menjauhi penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, pelajar merupakan kelompok strategis yang harus mendapatkan perhatian dan perlindungan dari ancaman narkoba. Penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan, prestasi, hubungan sosial, hingga cita-cita generasi muda.
“Pelajar harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba. Jangan pernah mencoba, karena sesuatu yang awalnya dianggap coba-coba dapat menjadi pintu menuju ketergantungan dan merusak masa depan,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh siswa untuk membangun lingkungan pergaulan yang sehat. Menurutnya, keberanian menjauhi narkoba harus dimulai dari diri sendiri dan diperkuat dengan kepedulian terhadap teman.
“Kalau melihat teman mulai terpengaruh atau mendapatkan tawaran narkoba, jangan diam. Saling mengingatkan dan saling menjaga adalah bentuk kepedulian kita terhadap masa depan generasi muda,” lanjutnya.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan dalam momentum peringatan kemerdekaan. Kemerdekaan, kata dia, tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kemampuan generasi muda membebaskan diri dari berbagai ancaman yang dapat merampas masa depan, termasuk narkoba.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Gresik, Rosyidul Arifibillah, S.Pi., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran BNN Kabupaten Gresik sebagai pembina upacara. Menurutnya, pesan tentang bahaya narkoba sangat penting disampaikan secara langsung kepada siswa agar mereka memiliki kesadaran sejak dini.
“Momentum kemerdekaan harus kita isi dengan membangun generasi yang benar-benar merdeka. Merdeka dalam berpikir, merdeka dalam menentukan pilihan yang baik, dan merdeka dari segala bentuk yang dapat merusak masa depan. Salah satunya adalah narkoba,” ungkapnya.
Billah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan ketahanan diri siswa. Karena itu, edukasi mengenai bahaya narkoba perlu menjadi bagian dari upaya bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
“Kami ingin anak-anak Spemutu tumbuh menjadi generasi yang sehat, berprestasi, berkarakter, dan memiliki masa depan yang kuat. Untuk itu, mereka harus mampu memilih lingkungan pergaulan yang positif, berani menolak ajakan yang buruk, serta fokus mengembangkan potensi diri,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh siswa menjadikan peringatan HUT ke-81 RI sebagai momentum memperbarui tekad untuk belajar, berkarya, dan menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif.
“Jangan sampai masa depan yang sedang mereka bangun hari ini direnggut oleh narkoba. Prestasi harus menjadi jalan mereka menuju masa depan, bukan narkoba,” tegasnya.
Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat. Kehadiran BNN Kabupaten Gresik memberikan warna tersendiri dalam peringatan kemerdekaan di Spemutu.
Pesan yang disampaikan diharapkan mampu menanamkan kesadaran kepada seluruh siswa bahwa menjaga diri dari narkoba merupakan bagian dari perjuangan generasi muda dalam mengisi kemerdekaan.
Dengan semangat HUT ke-81 RI, Spemutu meneguhkan komitmennya untuk terus membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kuat karakter, sehat, berintegritas, dan mampu menjadi pelopor hidup bebas dari narkoba.





0 Tanggapan
Empty Comments