Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

145 Atlet Tapak Suci PIMDA 072 Kota Probolinggo Siap Berlaga di Wali Kota Cup XI

Iklan Landscape Smamda
145 Atlet Tapak Suci PIMDA 072 Kota Probolinggo Siap Berlaga di Wali Kota Cup XI
Atlet Pimda 072 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kota Probolinggo Menuju Gelanggang Walikota Cup XI Tahun 2026 (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak 145 atlet kontingen Perguruan Pencak Silat PIMDA 072 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kota Probolinggo siap berlaga dalam Kejuaraan Wali Kota Cup XI Tahun 2026 di GOR Mastrip, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Sabtu-Ahad (26-27/9/2026).

Manager Tim Tapak Suci PIMDA 072 Kota Probolinggo, Sunarpi, S.Pd., Pendekar Muda (P.Ma.), mengatakan 145 atlet tersebut terdiri dari 70 atlet usia dini, 44 pra-remaja, 25 remaja, dan enam dewasa.

Persiapan kontingen telah dilakukan sejak Agustus. Rapat koordinasi dengan Pimpinan Daerah Tapak Suci sekaligus pembentukan tim dilaksanakan 21 Agustus 2026. Selanjutnya, 23 Agustus 2026, tim bersurat kepada Majelis Dikdasmen PDM Kota Probolinggo terkait penggunaan fasilitas latihan.

“Pemusatan latihan setiap hari sampai H-1 dimulai tanggal 22 Agustus 2026,” ujar Sunarpi.

Utamakan Iman dan Akhlak

Ketua PIMDA 072 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kota Probolinggo, KH. Dr. Moh. Nurhasan, S.H., M.H., Pendekar Utama (P.Ua.), berpesan kepada seluruh manajer, ofisial, pelatih, pendamping, dan atlet agar tetap berpegang pada moto Tapak Suci.

“Dengan iman dan akhlak kita menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak kita menjadi lemah. La hawla wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim,” pesannya.

Ia menekankan agar atlet mengutamakan iman dan akhlak, termasuk tidak meninggalkan shalat sesibuk dan sepadat apa pun kegiatan pertandingan.

Akhlak, lanjutnya, harus dijaga baik di dalam maupun di luar gelanggang. Atlet harus tetap sopan, santun, menjaga etika dan adab kepada siapa pun, termasuk kepada atlet dan perguruan silat lain.

SMPM 5 Pucang SBY

Menang maupun Kalah Tetap Bersyukur

Moh. Nurhasan juga mengingatkan agar kemenangan tidak membuat atlet sombong dan kekalahan tidak membuat mereka berkecil hati.

“Jika Allah mentakdirkan menang, maka bersyukurlah dan sujud syukur di tengah gelanggang. Jika belum diberikan kemenangan, tetaplah bersyukur dan melaksanakan sujud syukur. Menang maupun kalah tetap melaksanakan sujud syukur,” tuturnya.

Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu ciri khas atlet Tapak Suci. Ia juga berpesan agar atlet tidak melakukan kecurangan atau pelanggaran yang disengaja serta senantiasa menjunjung tinggi sportivitas.

“Yang menang tidak boleh sombong, yang kalah tidak boleh berkecil hati karena kekalahan itu sesungguhnya kesuksesan yang tertunda,” pesannya.

Ia mengajak seluruh atlet untuk terus berlatih dan mengembangkan keilmuan bela diri Tapak Suci, sekaligus menghormati para pelatih, senior, kader, dan para pendekar Tapak Suci.

Dengan bekal iman, akhlak, adab, dan sportivitas tersebut, 145 atlet PIMDA 072 Tapak Suci Kota Probolinggo siap memasuki gelanggang Wali Kota Cup XI 2026. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 23/09/2026 18:50
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu