Sebanyak 24 siswa SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) tetap menunjukkan semangat berprestasi di tengah masa liburan kenaikan kelas dengan mengikuti Babak Final Kompetisi Matematika dan Pendidikan Agama Islam (KOMPI) 2026.
Babak final berlangsung pada Ahad (28/6/2026) di SDMM. Kompetisi ini diperuntukkan bagi siswa SD kelas III-IV, V-VI, hingga jenjang SMP.
Tahun ini menjadi penyelenggaraan KOMPI yang ketujuh. Kompetisi dibagi menjadi tujuh kategori, mulai kelas III hingga IX. Seluruh peserta akan memperoleh e-sertifikat dengan kategori Gold Award, Silver Award, Bronze Award, maupun Honorable Mention.
Kompetisi Matematika dan Pendidikan Islam (KOMPI) merupakan ajang yang mengintegrasikan kemampuan Matematika dengan Pendidikan Agama Islam. Materi soal mengacu pada silabus Kompetisi Sains Madrasah (KSM).
Dari SDMM, sebanyak 24 siswa berhasil melaju ke babak final. Mereka terdiri atas lima siswa kelas III, sembilan siswa kelas IV, dan sepuluh siswa kelas V.
Peserta mengerjakan berbagai bentuk soal, mulai pilihan ganda, isian singkat, hingga uraian.
Berbeda dengan kompetisi Matematika pada umumnya, peserta KOMPI juga dituntut memahami materi-materi keislaman yang dipadukan dengan konsep Matematika. Materi tersebut meliputi perhitungan nisab, ilmu waris, hukum tajwid, sejarah kebudayaan Islam, surat-surat dalam Al-Qur’an, hingga soal Matematika yang berkaitan dengan konsep pendidikan Islam.
Sebelum melaju ke babak final, seluruh peserta telah mengikuti babak penyisihan yang dilaksanakan pada Ahad (14/6/2026) di UPT 47 Gresik, Jalan Martapura I Nomor 20, GKB, Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
Presiden Direktur KPM, Ir. Ridwan Hasan Saputra, M.Si., mengatakan pihaknya ingin mendorong anak-anak Indonesia, khususnya yang beragama Islam, agar semakin mencintai Matematika sekaligus lebih tekun mempelajari agama.
Hal tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muslim yang mampu menghasilkan berbagai produk ilmu pengetahuan yang berlandaskan Al-Qur’an.
“Nah harapannya ini dengan nanti kalian lihat soal Kompi jadi berpikir. Wah untuk ikut Kompi tahun depan harus banyak belajar agama nih, harus banyak menghafalkan Alquran nih,” ujarnya di hadapan finalis KOMPI saat acara pembukaan.
Ia juga berharap kompetisi ini mampu memotivasi siswa dari madrasah maupun sekolah di berbagai daerah untuk terus meningkatkan kemampuan.
Menurutnya, setiap peserta memiliki peluang yang sama untuk menjadi juara sekaligus memperbaiki kualitas diri. Ia menambahkan, sekolah-sekolah yang selama ini unggul dalam bidang Matematika juga perlu meningkatkan kemampuan peserta didiknya dalam Pendidikan Agama Islam.





0 Tanggapan
Empty Comments