Semangat dakwah yang tidak berhenti pada ceramah, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata kembali ditunjukkan Pimpinan Cabang Aisyiyah Tegalsari Surabaya. Bersama Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan Lazismu Surabaya, mereka menggelar khitanan massal bertema “Untuk Generasi Sehat Indonesia” di Masjid Nurul Huda, Ranting Muhammadiyah Dr. Sutomo, Ahad (28/6/2026).
Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Milad Aisyiyah ke-109 dan Milad Nasyiatul Aisyiyah ke-95 itu diikuti 20 anak dari berbagai daerah, tidak hanya dari Surabaya, tetapi juga Batu, Sidoarjo, hingga Bangkalan.
Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Tegalsari Surabaya, Nurhasanah, menegaskan bahwa khitanan massal merupakan bentuk dakwah yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Gerakan dakwah Muhammadiyah tidak sekadar menjadi wacana, tetapi harus hadir dalam aksi nyata yang mampu memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat. Inilah makna dakwah yang berdampak dan menggembirakan,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Menurutnya, warga Muhammadiyah dan Aisyiyah harus terus menguatkan gerakan berbagi melalui optimalisasi donasi agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dakwah.
Ia juga mengingatkan pesan Al-Qur’an dalam Surah Ali Imran yang mengajarkan agar umat Islam tidak bersikap lemah dan putus asa, melainkan terus berjuang dengan keimanan yang diwujudkan dalam kepedulian sosial.
“Keimanan yang fungsional akan melahirkan kepedulian. Dengan berbagi dan membantu sesama, kita meraih kemuliaan sebagaimana tuntunan Allah SWT,” katanya.
Nurhasanah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari warga Muhammadiyah, Aisyiyah, Lazismu Surabaya, hingga para donatur dan simpatisan masyarakat.
Pelaksanaan khitanan massal ditangani oleh tim medis yang dipimpin dr. Fadholi, kader Pemuda Muhammadiyah dari Masjid Nurul Huda. Sejak pagi hingga selepas Zuhur, tim medis melayani seluruh peserta dengan penuh kesabaran dan profesionalisme.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan tim medis yang telah berkorban waktu dan tenaga demi suksesnya kegiatan ini. Semoga menjadi amal jariyah bagi semuanya,” tutur Nurhasanah.
Tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan gratis, kegiatan tersebut juga menjadi media kaderisasi bagi Nasyiatul Aisyiyah.
Para kader muda dilibatkan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga penutupan acara sebagai bagian dari proses belajar mengelola kegiatan sosial kemasyarakatan.
Di sisi lain, para kader Pemuda Muhammadiyah tampak sigap membantu proses registrasi, mengatur antrean, serta mendampingi orang tua peserta.
Sementara itu, ibu-ibu Aisyiyah menyiapkan berbagai bingkisan berupa makanan ringan, sarung, kopiah, baju koko, sertifikat, dan uang saku bagi seluruh peserta.
Suasana haru sempat mewarnai kegiatan ketika seorang peserta bernama Ihsan Izaduddin, siswa yang baru naik kelas III SD, tiba-tiba pulang ke rumah tanpa sepengetahuan ibunya karena merasa takut dikhitan.
etelah berhasil dibujuk kembali ke lokasi, tim medis yang sebenarnya telah bersiap mengakhiri kegiatan tetap melayaninya dengan penuh kesabaran.
Bahkan saat Ihsan sempat menangis dan menggigit tangan petugas medis karena ketakutan, tim tetap berusaha menenangkannya hingga akhirnya proses khitan dapat diselesaikan setelah pamannya datang mendampingi.
Kisah Ihsan juga menyentuh hati para peserta. Ibunya yang kini membesarkan anak seorang diri dengan berjualan makanan ringan mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut karena sangat meringankan beban keluarganya.
Di akhir kegiatan, seluruh panitia dan tim medis berkumpul dalam suasana penuh keakraban sambil menikmati makan siang bersama.
Kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sekaligus merancang berbagai agenda sosial lainnya dalam rangka Milad Aisyiyah.
Nurhasanah memastikan, khitanan massal akan terus menjadi agenda pelayanan masyarakat yang berkelanjutan.
“Insya Allah kegiatan seperti ini akan terus kami lanjutkan. Semoga Aisyiyah, Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah terus menghadirkan dakwah yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments