Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

3 Siswa SD Musix Surabaya Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Nasional

Iklan Landscape Smamda
3 Siswa SD Musix Surabaya Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Nasional
Siswa SD Musix Ar Rimayah Festival 2025 yang digelar di Jatim International Expo Surabaya,. Foto: SD Musix
pwmu.co -

Sorak sorai kebanggaan kembali menggema di lingkungan SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung Surabaya. Tiga siswanya, masing-masing Atharrazka Janitra Noor Almeera, Al-Fathiyyah Wima Fiana, dan Isa Karim Anshorulloh, sukses mengibarkan nama sekolah dalam ajang panahan tingkat nasional.

Mereka meraih medali bergengsi di Ar Rimayah Festival 2025 yang digelar di Jatim International Expo Surabaya, Sabtu (16/8/2025).

Kejuaraan yang diadakan oleh Syariah Fair dan Federasi Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) Sidoarjo ini bukanlah lomba biasa. Lebih dari 526 peserta dari 27 kota/kabupaten se-Indonesia berkumpul, mempertemukan para pemanah muda dengan kemampuan terbaiknya.

Dari arena yang penuh persaingan inilah, tiga siswa SD Musix mampu membuktikan ketangguhan mereka.

Nama Atharrazka Janitra Noor Almeera, siswi kelas 4-ICP yang akrab disapa Almeera, menjadi sorotan utama. Dengan penuh ketenangan, ia berhasil menyabet Juara 1 Tingkat Nasional kategori Horsebow KU18 Putri jarak 20 meter.

“Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah,” ucap Almeera singkat namun penuh rasa syukur. Di balik ucapannya yang sederhana, tersimpan disiplin luar biasa. Setiap hari ia meluangkan waktu untuk berlatih, menaklukkan busur demi busur, panah demi panah.

Bagi Almeera, kemenangan ini bukan hanya soal medali, melainkan juga pembuktian bahwa kerja keras dan doa adalah kunci.

“Latihan setiap hari menjadi bagian dari keseharian saya. Ada rasa lelah, tapi lebih besar rasa senangnya saat bisa membuktikan hasilnya,” tambahnya.

Tak kalah mengesankan adalah pencapaian Al-Fathiyyah Wima Fiana, siswi kelas 3-A yang akrab disapa Fia. Meski baru berusia 9 tahun, ia berhasil meraih Juara 3 Nasional kategori KU 12 jarak 10 meter.

3 Siswa SD Musix Surabaya Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Nasional
Atharrazka Janitra Noor Almeera, Al-Fathiyyah Wima Fiana, dan Isa Karim Anshorulloh. Foto: SD Musix

Yang membuat prestasi ini istimewa, lomba tersebut merupakan pengalaman pertamanya berlaga di jarak yang lebih jauh.

“Fia yang masih umur 9 tahun dan duduk di bangku kelas 3, berlatih dengan sungguh-sungguh,” ungkap sang ibunda penuh bangga.

Dedikasi Fia menjadi bukti bahwa keterbatasan usia tidak menghalangi semangat untuk menorehkan prestasi. Dengan wajah lugu dan senyum malu-malu, Fia memperlihatkan bahwa anak-anak pun bisa menggapai mimpi besar lewat ketekunan.

Prestasi SD Musix semakin lengkap dengan raihan Isa Karim Anshorulloh. Siswa yang duduk di bangku kelas rendah ini menorehkan catatan manis dengan meraih Juara 3 kategori KU 9 Putra. Meski baru mengenal dunia panahan dalam hitungan bulan, Isa sudah mampu berdiri sejajar dengan pemanah cilik dari berbagai daerah.

SMPM 5 Pucang SBY

“Isa anak yang tekun. Dia cepat belajar dan punya semangat juang tinggi,” ungkap salah satu pelatihnya. Keberhasilan Isa seolah menjadi kejutan yang menyempurnakan dominasi SD Musix di panggung nasional.

Jalan Panjang Menuju Prestasi

Tiga medali nasional ini bukanlah pencapaian instan. Ada jam-jam panjang latihan, peluh yang jatuh di lapangan, serta dukungan orang tua dan guru yang selalu menyertai.

Panahan, yang dalam sejarahnya merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan Rasulullah SAW, kini menjadi ladang prestasi sekaligus sarana membentuk karakter disiplin bagi siswa SD Musix.

Kepala Sekolah SD Musix, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan. “Prestasi ini menjadi bukti bahwa anak-anak kita mampu bersaing di level nasional. Semoga menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi, baik akademik maupun non-akademik.”

Bagi Almeera, prestasi di Surabaya hanyalah awal. Ia sudah menyiapkan diri untuk kembali berlaga di ajang Surakarta’s National Ground Archery Competition, Ahad (24/8/2025).

Kompetisi yang akan digelar di Stadion Mini Surakarta, Kampung Cengklik, Nusukan, Banjarsari, Solo, ini menjadi kesempatan baginya untuk menguji konsistensi dan keberanian.

“Semoga bisa memberikan hasil terbaik lagi,” ucapnya lirih, dengan tatapan mata penuh keyakinan.

Lebih dari sekadar lomba, panahan bagi anak-anak ini adalah proses menempa diri. Mereka belajar sabar, fokus, disiplin, serta tidak mudah menyerah. Nilai-nilai inilah yang diam-diam menyatu dalam diri mereka, membentuk fondasi untuk menjadi generasi berprestasi di masa depan.

Prestasi Almeera, Fia, dan Isa hanyalah awal dari perjalanan panjang. Namun, apa yang mereka capai sudah cukup menjadi inspirasi: bahwa usia muda bukan penghalang untuk menorehkan sejarah, dan dari sebuah sekolah dasar di Surabaya, lahir bintang-bintang kecil yang siap memanah mimpi hingga menembus langit prestasi. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu