Semangat kemerdekaan terasa berbeda di halaman SD Muhammadiyah 4 Zamzam. Sabtu (22/8/2026), suasana sekolah dipenuhi warna merah putih, keceriaan, dan kreativitas para wali murid dalam Festival Tumpeng Kemerdekaan yang digelar Ikatan Wali Murid (IKWAM) SD Muhammadiyah 4 Zamzam.
Mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menghidupkan Semangat Kemerdekaan”, kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia sekaligus ruang untuk mempererat silaturahmi antara wali murid, sekolah, dan keluarga besar SD Muhammadiyah 4 Zamzam.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Kepala SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Ustadz Muhammad Anas Fikri, S.Pd., M.AP. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Tumpeng yang diinisiasi oleh IKWAM.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun sinergi antara wali murid dan pihak sekolah.
“Acara yang diselenggarakan oleh IKWAM ini bertujuan untuk menjalin sinergi antara wali murid dengan pihak sekolah,” tuturnya.
Antusiasme wali murid, lanjutnya, terlihat sangat luar biasa. Kreativitas mereka bahkan membuat suasana festival semakin semarak, terutama melalui kostum yang dikenakan selama kegiatan.
“Antusiasme wali murid terlihat luar biasa. Sampai pangling semua karena kostum yang dikenakan sangat kreatif dan unik. Seluruh wali murid juga semangat mengikuti lomba menghias tumpeng,” ungkapnya.
Sejak pagi, halaman sekolah memang telah dipenuhi peserta yang mempersiapkan karya terbaiknya. Tumpeng yang identik dengan tradisi syukuran dikreasikan dengan sentuhan khas kemerdekaan.
Perpaduan cita rasa, estetika, ornamen merah putih, hingga kostum peserta menjadi bagian dari kreativitas yang ditampilkan.
Keseruan semakin terasa ketika peserta mulai memamerkan hasil kreasinya. Tidak hanya menyajikan tumpeng yang menarik secara visual, mereka juga menghadirkan aksi dan gaya bernuansa merah putih yang membuat suasana semakin meriah.
Proses penjurian dilakukan oleh drh. Anita Ikawati selaku Ketua IKWAM, Ustadzah Fridalifia Maharani Putri, M.Pd. dan Ustadzah Ayu Wulandari, S.Pd. dari unsur sekolah, serta Bunda Farah Mutia yang merupakan alumni IKWAM.
Para juri menilai kreativitas dan estetika karya yang disajikan peserta. Ketegangan selama penjurian akhirnya terbayarkan dengan kegembiraan saat nama para pemenang diumumkan.
Selain lomba hias tumpeng, kegiatan juga diisi dengan fun games atau ice breaking. Para wali murid diajak mengikuti berbagai permainan ringan yang menghadirkan tawa dan kebersamaan. Hadiah hiburan yang disiapkan semakin menambah antusiasme peserta.
Kegiatan tersebut menjadi semakin bermakna karena menghadirkan ruang interaksi yang lebih dekat antara wali murid dan sekolah. Para wali murid tidak hanya berperan sebagai pendamping pendidikan anak, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga besar sekolah.
Ustadz Muhammad Anas berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan dikembangkan melalui berbagai kegiatan IKWAM di masa mendatang.
“Semoga ke depannya wali murid tetap dapat bersinergi dengan baik. Akan ada kegiatan-kegiatan yang lebih menarik lagi yang dilaksanakan IKWAM. Mari kita terus bersama-sama memajukan SD Muhammadiyah 4 Zamzam,” ajaknya.
Merawat Semangat Kemerdekaan melalui Kebersamaan
Festival Tumpeng Kemerdekaan juga menjadi bentuk sinergi antara IKWAM dan sekolah dalam menyemarakkan peringatan Hari Besar Nasional.
Keterlibatan korlas, peserta lomba, serta seluruh wali murid yang hadir menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas.
Dalam perspektif Muhammadiyah, pendidikan merupakan proses yang melibatkan berbagai unsur untuk membentuk manusia yang beriman, berilmu, berkemajuan, sekaligus memiliki kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat.
Karena itu, kebersamaan antara sekolah dan orang tua menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kuat.
Semangat kemerdekaan pun tidak berhenti pada perayaan seremonial. Kemerdekaan dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk terus berkontribusi, berkarya, saling menghargai, dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Nilai tersebut sejalan dengan spirit Muhammadiyah yang sejak awal berdiri terus berkhidmat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan dan amal usaha.
Semangat fastabiqul khairat—berlomba-lomba dalam kebaikan—dapat diwujudkan melalui kolaborasi sederhana, termasuk menghadirkan kegiatan yang mempererat persaudaraan dan memperkuat kepedulian terhadap pendidikan.
Festival Tumpeng Kemerdekaan menjadi gambaran bagaimana nilai tersebut hadir dalam kehidupan sekolah. Para wali murid tidak sekadar datang sebagai peserta lomba, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang ikut membangun kebersamaan.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang, mulai dari Juara 1, 2, dan 3 Lomba Hias Tumpeng, pemenang kostum terbaik, lomba DC terbaik, hingga pemenang fun games.
Senyum dan sorak kegembiraan mengiringi setiap penerima penghargaan sebelum seluruh peserta melakukan foto bersama.
Dari sebuah tumpeng, lahir pesan tentang kebersamaan. Dari warna merah putih, tumbuh kembali rasa cinta kepada Indonesia. Dan dari halaman SD Muhammadiyah 4 Zamzam, semangat kemerdekaan menemukan ruang untuk terus dirawat.
Festival ini pada akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memperkuat silaturahmi, membangun sinergi, dan memajukan sekolah.
Sebab, ketika sekolah dan wali murid berjalan bersama, pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Ia menjadi gerakan bersama untuk menyiapkan generasi yang Qur’ani, mandiri, berprestasi, serta memiliki semangat kebangsaan dan kepedulian sosial.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments