Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

5 Korban Tewas Akibat Gempa NTT, Istana Pastikan Pemerintah Siaga

Iklan Landscape Smamda
5 Korban Tewas Akibat Gempa NTT, Istana Pastikan Pemerintah Siaga
Bangunan yang roboh akibat gempa. Foto: Reuters
pwmu.co -

Pemerintah menyampaikan dukacita mendalam atas jatuhnya korban jiwa akibat gempa bumi kuat yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Hingga laporan sementara diterima pemerintah, sedikitnya lima orang dilaporkan meninggal dunia.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah langsung berkoordinasi dengan sejumlah lembaga untuk memastikan penanganan terhadap korban dan dampak kerusakan berjalan cepat.

“Pertama-tama tentunya kami menyampaikan dukacita yang mendalam terhadap adanya beberapa yang dilaporkan kepada kami, ada beberapa korban meninggal dunia akibat gempa tersebut,” kata Prasetyo kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Prasetyo menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan mengenai kejadian tersebut. Pemerintah pusat juga berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Basarnas, BMKG, BNPB, serta Gubernur NTT.

“Sejak tadi pagi saya sudah koordinasi dengan Menko PMK, Kabasarnas, BMKG, BNPB dan Gubernur NTT untuk memastikan atensi dan kesiagaan semua unsur di masa-masa awal kejadian ini,” ujarnya.

Selain memastikan koordinasi penanganan, pemerintah meminta pencarian dan evakuasi dilakukan di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan. Beberapa bangunan dilaporkan runtuh, termasuk fasilitas di kawasan pelabuhan Maumere.

Prasetyo mengatakan pemerintah pusat telah menyiapkan dukungan apabila diperlukan untuk memperkuat penanganan di daerah terdampak.

“Kami men-standby-kan di Halim bilamana sewaktu-waktu diperlukan perbantuan dari pemerintah pusat kami sudah siap-siap sediakan,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah daerah bergerak cepat melakukan mitigasi, terutama di wilayah yang sempat mengalami kenaikan muka air laut setelah gempa.

“Mari kita kirimkan doa untuk saudara-saudara kita di NTT yang tadi pagi mengalami gempa sangat kuat,” ujar Prasetyo.

5 Korban Tewas Akibat Gempa NTT, Istana Pastikan Pemerintah Siaga
Foto: AFP

Gempa M 7,7 Picu Peringatan Tsunami

SMPM 5 Pucang SBY

Gempa utama terjadi sekitar pukul 04.58 WIB. BMKG mencatat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 dengan pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, Flores, pada kedalaman 15 kilometer.

Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami. Namun, BMKG kemudian mengakhiri peringatan setelah hasil pemantauan muka air laut menunjukkan tidak ada lagi ancaman tsunami yang membahayakan.

Guncangan juga menimbulkan kerusakan di sejumlah wilayah. Di Labuan Bajo, beberapa bangunan dan fasilitas publik dilaporkan terdampak. Hotel Jayakarta, misalnya, mengalami kerusakan pada bagian lobi serta sejumlah perabot. Gereja, rumah sakit, dan sekolah juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

BMKG mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Direktur Informasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, hingga sekitar dua jam setelah gempa utama, telah terpantau sekitar 37 aktivitas gempa susulan.

Salah satu gempa susulan tercatat berkekuatan sekitar M6,2 dan dirasakan masyarakat.

Menurut Wijayanto, rangkaian gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar naik busur belakang atau back arc thrust, yang dikenal sebagai Flores Back Arc Thrust.

Aktivitas gempa susulan diperkirakan masih dapat berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu. Meski demikian, intensitasnya diharapkan terus menurun.

Pemerintah mengimbau masyarakat di wilayah terdampak tetap mengikuti informasi resmi BMKG dan arahan petugas di lapangan, sekaligus menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 15/08/2026 13:14
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu