Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mendikdasmen Resmikan Gedung Tiga Lantai di Puncak Dasawarsa ke-4 Al-Ishlah

Iklan Landscape Smamda
Mendikdasmen Resmikan Gedung Tiga Lantai di Puncak Dasawarsa ke-4 Al-Ishlah
Mendikdasmen meresmikan Gedung tiga lantai, disaksikan pengasuh Ponpes Al-Ishlah (Kiri) dan Bupati Lamongan (kanan), Ahad 27 September 2026. Foto Gondo Waloyo
pwmu.co -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. hadir dalam Puncak Dasawarsa ke-4 Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung, Paciran, Lamongan, Ahad (27/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen meresmikan gedung tiga lantai yang berdiri di Gate 1 (G-1) Pondok Pesantren Al-Ishlah.

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Penandatanganan tersebut disaksikan Pengasuh Ponpes Al-Ishlah Drs. KH. Muhammad Dawam Saleh dan Bupati Lamongan Dr. Yuhronur Effendi, MBA.

Gedung baru tersebut memiliki fungsi strategis dalam menunjang pengembangan berbagai kegiatan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Ishlah.

Lantai pertama difungsikan sebagai ruang rapat serta Kantor Staf Pengasuhan putra dan putri. Lantai kedua digunakan untuk ruang rapat dan penginapan bagi tamu.

Sementara itu, lantai tiga diperuntukkan bagi perpustakaan, ruang bahasa, serta kantor Ikatan Keluarga Ponpes Al-Ishlah (IKPI) Pusat.

Di hadapan sekitar 4.000 hadirin yang memadati lapangan pondok, Mendikdasmen berharap gedung tersebut dapat memberikan manfaat dan menunjang berbagai kegiatan pesantren yang kini memiliki sekitar 2.000 santri.

Peresmian gedung G-1 menjadi salah satu kado monumental dalam peringatan 40 tahun berdirinya Al-Ishlah.

Berada di pintu gerbang utama pondok, gedung tersebut diharapkan menjadi pusat koordinasi pengasuhan, literasi, sekaligus konsolidasi alumni IKPI yang tersebar di berbagai daerah.

SMPM 5 Pucang SBY

Dalam sambutannya, Prof. Abdul Mu’ti mengapresiasi perkembangan Al-Ishlah yang tumbuh pesat sejak berdiri pada 1986.

Al-Ishlah yang pada awal berdirinya hanya memiliki 10 santri dengan fasilitas asrama yang sangat terbatas, kini berkembang dengan berbagai bangunan representatif dan kompleks pendidikan yang semakin memadai.

Perkembangan tersebut menjadikan Al-Ishlah sebagai salah satu pusat pendidikan terpadu, termasuk dengan keberadaan SMPM 12 Paciran. Sekolah tersebut kini memiliki 1.135 murid dan disebut sebagai SMP Muhammadiyah terbesar se-Indonesia.

Bupati Lamongan Dr. Yuhronur Effendi, MBA yang turut menyaksikan peresmian juga menyampaikan ucapan selamat atas milad ke-40 Al-Ishlah.

Ia menilai Al-Ishlah telah memberikan kontribusi besar terhadap dunia pendidikan sekaligus pembangunan karakter masyarakat di Kabupaten Lamongan.

Dengan diresmikannya gedung tiga lantai tersebut, Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung semakin siap memasuki dekade kelima dengan fasilitas yang lebih representatif.

Pengembangan sarana tersebut diharapkan semakin memperkuat peran Al-Ishlah dalam mencetak kader umat yang berilmu dan berakhlak.

Revisi Oleh:
  • Satria - 27/09/2026 16:48
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu