Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

81 Tahun Merdeka, Pelajar Mimdatu Diajak Lawan Kemalasan dan Raih Prestasi

Iklan Landscape Smamda
81 Tahun Merdeka, Pelajar Mimdatu Diajak Lawan Kemalasan dan Raih Prestasi
Foto penyampaian memahami makna kemerdekaan Indonesia ke 81 oleh pembina upacara (foto: Laila/PWMU.CO)
pwmu.co -

Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di MI Muhammadiyah 27 Surabaya berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman madrasah pada Senin (17/8/2026) tersebut diikuti guru, karyawan, serta murid kelas 5 dan 6.

Tidak sekadar mengenang perjuangan para pahlawan, upacara menjadi momentum bagi para murid untuk memahami bahwa perjuangan di era kemerdekaan dapat diwujudkan melalui belajar, disiplin, persatuan, prestasi, dan akhlak mulia.

Pesan tersebut disampaikan Umi Laila, S.Pd., Kepala Departemen Kurikulum MI Muhammadiyah 27 Surabaya, selaku pembina upacara. Ia mengajak para murid memaknai angka 81 bukan sekadar usia kemerdekaan, tetapi sebagai simbol panjangnya perjuangan bangsa Indonesia.

“Delapan puluh satu itu bukan cuma mengenai angka, tapi arti dari 81 itu adalah bukti bahwa 81 itu perjuangan bangsa kita. Kita sudah merdeka selama 81 tahun. Kalau dulu para pahlawan berjuang melawan penjajah dengan bambu runcing, hari ini anak-anakku berjuang melawan kemalasan.”

Menurut Umi Laila, perjuangan generasi muda tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan dengan melawan berbagai bentuk kemalasan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalian berjuang melawan kemalasan kalian. Lawan malas bangun pagi, malas belajar, malas mengikuti upacara. Hari ini kalian lawan semua. Itu adalah bentuk perjuangan kita semua.”

Selain perjuangan melawan diri sendiri, ia menekankan pentingnya persatuan. Kebersamaan dengan teman menjadi kekuatan yang dapat membawa seseorang mencapai kemenangan.

“Kemenangan itu kalian dapatkan karena kalian telah bersatu bersama teman-teman kalian… Coba kalau tidak bersatu, tidak mungkin bisa menang. Untuk itu, kita lebih bisa bersatu lagi terhadap teman-teman kita, sesama kita, dan semuanya.”

Semangat untuk berprestasi juga menjadi pesan penting dalam amanat pembina upacara. Para murid didorong untuk terus mengukir prestasi sebanyak-banyaknya, baik di tingkat nasional maupun internasional. Namun, prestasi tersebut harus berjalan seiring dengan akhlak yang baik.

“Ukir prestasi kalian sebanyak-banyaknya di ranah nasional maupun internasional… Namun, prestasi saja, juara kelas saja, nilai sempurna saja itu tidak cukup tanpa diimbangi dan juga diiringi dengan akhlak yang mulia, akhlak yang baik.”

Umi Laila juga menitipkan harapan besar kepada para murid yang saat ini masih duduk di bangku sekolah. Ia meyakini, dua dekade mendatang, mereka akan menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Ustazah yakin anak-anakku semua yang berdiri di sini, insyaallah 20 tahun lagi akan menjadi pemimpin Indonesia. Mungkin di sini ada calon presiden, calon menteri, calon dokter, calon guru… Di tangan kalian semua Indonesia ini akan menjadi lebih baik dan lebih merdeka lagi.”

Ia pun mengingatkan bahwa kemerdekaan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga dan diisi dengan ilmu serta akhlakul karimah.

“Giatlah belajar ilmu, tapi akhlakul karimah, akhlak yang baik tidak boleh ketinggalan zaman. Kemerdekaan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kita yang akan mengemban tanggung jawab ini, khususnya anak-anakku yang insyaallah nanti akan menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.”

Suasana peringatan kemerdekaan juga meninggalkan pengalaman tersendiri bagi para murid yang dipercaya menjadi petugas upacara.

Zafran Barra Zulfaqar, siswa kelas 6A yang bertugas sebagai pemimpin upacara, mengaku merasa senang dan bahagia dapat terlibat langsung dalam peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.

“Senang, terus kayak bahagia gitu untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.”

Meski demikian, tugas tersebut bukan tanpa tantangan. Daffran mengaku sempat merasa gugup dan harus menahan tawa selama menjalankan tugas.

“Kalau tantangan, menahan ketawa… Pengalamannya kayak deg-degan.”

Bagi Daffran, kemerdekaan memiliki makna yang erat dengan penghormatan kepada para pahlawan sekaligus perjuangan pelajar dalam meraih cita-cita.

SMPM 5 Pucang SBY

“Makna kemerdekaan memperingati jasa pahlawan-pahlawan kita yang telah gugur. Meraih cita-cita dengan belajar bersungguh-sungguh.”

Sementara itu, Wisnu Prayogo, siswa kelas 6A yang bertugas sebagai pemimpin barisan, juga merasakan kegembiraan sekaligus kegugupan saat menjalankan tugas. Namun, seluruh rangkaian upacara akhirnya dapat berlangsung dengan lancar.

“Senang, cukup gugup pas upacara itu… tapi akhirnya pelaksanaan berjalan lancar.”

Bagi Abdurrahman Ghulam Habibullah, siswa kelas 6C yang mengikuti upacara sebagai peserta, salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika petugas berhasil menjalankan proses pengibaran bendera dengan baik.

“Saat petugas upacara mengibarkan bendera berjalan dengan baik.”

Ia memandang kemerdekaan sebagai kesempatan bagi generasi muda untuk belajar dengan nyaman, tenang, dan tanpa gangguan.

“Bisa belajar dengan nyaman, semua berjalan lancar, tenang, dan tidak ada yang mengganggu.”

Dari peringatan tersebut, Abdurrahman juga mendapatkan nilai penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“(Nilai yang didapat yaitu) persatuan, kemanusiaan, dan kebersamaan.”

Sementara itu, Az-Zahra Qurrota A’yun Rapulangi, siswa kelas 6B yang bertugas sebagai pengibar bendera, mengaku senang dapat menjalankan tugas setelah melalui persiapan selama empat hari bersama kakak pelatih dan ustazah.

“Senang… kita berlatih mengibarkan bendera selama empat hari bersama kakak pelatih dan ustazah.”

Ia mengungkapkan bahwa fokus menjadi tantangan utama selama bertugas. Rasa gugup sempat muncul, tetapi seluruh prosesi akhirnya berjalan lancar.

“Tantangannya harus lebih fokus. Selama pelaksanaan ada perasaan gugup, tapi akhirnya berjalan lancar.”

Bagi Azzahra, kemerdekaan merupakan momentum untuk mengenang semangat perjuangan para pahlawan sekaligus menumbuhkan motivasi belajar.

“Makna kemerdekaan adalah mengenang semangat para pejuang, serta lebih semangat belajar di sekolah tanpa rasa khawatir.”

Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di MI Muhammadiyah 27 Surabaya pun menjadi lebih dari sekadar seremoni. Dari amanat pembina upacara hingga pengalaman para murid, tersampaikan satu pesan kuat: perjuangan generasi masa kini dimulai dari diri sendiri—melawan kemalasan, menjaga persatuan, belajar dengan sungguh-sungguh, meraih prestasi, dan tetap menjunjung tinggi akhlak mulia.

Jika para pahlawan telah berjuang merebut kemerdekaan, tugas generasi muda adalah menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan karya terbaik untuk masa depan Indonesia.

Revisi Oleh:
  • Satria - 17/08/2026 13:41
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu