Semarak Gen Q Award yang dirangkaikan dengan Pentas Seni SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) sukses menyita perhatian para wali murid dan tamu undangan, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya Tahun Ajaran 2025/2026 sekaligus ajang apresiasi bagi para sahabat Gen Q yang aktif memperbarui aktivitas ibadah melalui program digital sekolah.
Atmosfer kompetisi terasa kuat karena setiap kelas menampilkan pertunjukan terbaik untuk memikat dewan juri dan meraih gelar penampilan terbaik. Kemegahan acara semakin terasa dengan hadirnya panggung berukuran 8 x 4 meter yang dilengkapi layar videotron raksasa serta terop yang menutupi seluruh area halaman sekolah.
Selain menjadi ajang apresiasi dan hiburan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembagian rapor kenaikan kelas sehingga menghadirkan suasana selebrasi yang lengkap bagi siswa dan orang tua.
Acara tersebut dihadiri Ketua PCM Wonokromo Ir. H. Lukman Rahim, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo Luluk Humaidah, S.Pd.I., M.Pd., serta Kepala SD Musix Munahar, S.H.I., M.Pd.
Dalam sambutannya, Kepala SD Musix, Munahar, memaparkan berbagai capaian sekolah di bidang kurikulum, kesiswaan, Ismuba, humas, hingga pengembangan sarana dan prasarana.
“Alhamdulillah, kami telah membebaskan sebidang tanah yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai area parkir untuk menunjang pengembangan Kampus Dua,” ungkapnya yang disambut antusias para hadirin.
Sementara itu, Ketua PCM Wonokromo, Lukman Rahim, memberikan apresiasi atas dedikasi guru dan karyawan dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap SD Musix.
Ia juga menyoroti keberadaan aplikasi Gen Q Smart yang dinilai menjadi salah satu inovasi unggulan sekolah dalam mendampingi pembiasaan ibadah siswa.
“Gen Q Smart ini luar biasa. Bisa menjadi alat kontrol ibadah siswa secara real-time, bahkan mungkin satu-satunya di Surabaya, atau bahkan di Indonesia,” tegasnya yang langsung disambut tepuk tangan para peserta.
Pentas seni menjadi bagian yang paling ditunggu dalam rangkaian kegiatan tersebut. Acara dipandu oleh duet pembawa acara, Ustazah Isnaini dan Ustazah Canda, yang tampil komunikatif dan interaktif sepanjang acara.
Penampilan dibuka oleh siswa kelas 1-A melalui Tari Saman khas Aceh yang berhasil memukau penonton dengan gerakan yang kompak, energik, dan penuh semangat.
Beragam pertunjukan kreatif kemudian bergantian tampil di atas panggung, mulai dari tari tradisional, modern, puitisasi, hingga pertunjukan kontemporer yang sarat pesan edukatif.
Salah satu momen yang paling membekas dalam acara tersebut hadir saat Lala Fatima naik ke atas panggung membacakan puisi bertema persahabatan.
Dengan penuh keberanian, Lala yang memiliki keterbatasan fisik pada kakinya tampil membacakan puisi dengan penghayatan yang mendalam.
Suasana aula mendadak hening. Banyak wali murid dan guru yang tampak menahan haru saat menyaksikan penampilan tersebut.
Keberanian dan semangat Lala menjadi inspirasi tersendiri bagi seluruh peserta yang hadir.
Penampilan kelas 3-A juga sukses mencuri perhatian melalui puitisasi bertema Hari Kiamat yang terinspirasi dari Surah Al-Qari’ah.
Pada bagian ayat yang menggambarkan manusia berhamburan, para siswa menerbangkan puluhan pesawat kertas ke arah penonton.
Tak disangka, di dalam pesawat kertas tersebut terselip uang tunai Rp10.000 yang langsung mengundang sorak-sorai penonton dan antusiasme anak-anak yang berlarian mengambilnya.
Kreativitas tersebut menjadi salah satu atraksi yang paling banyak mendapat perhatian sepanjang acara.
Sebagai penutup, kelas 5-A menampilkan Tari Kontemporer “Jagad Anyar” yang memadukan unsur budaya Jawa dengan sentuhan artistik modern.
Diiringi musik etnik Jawa dan pembacaan geguritan, para siswa tampil memukau dalam balutan busana beskap lurik khas Jawa.
Penampilan yang dikoreografi oleh Lia Arviska Pratiwi, S.Pd. tersebut berhasil menghadirkan suasana magis dan menjadi penutup yang berkesan.
Untuk memberikan motivasi kepada seluruh peserta, panitia menyediakan trofi bergilir bagi penampilan terbaik.
Ketua Panitia, Muthmainatul Fuadah, S.Pd.I., menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan kekompakan siswa.
“Kami telah menyiapkan trofi bergilir sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi penampilan yang paling kreatif dan solider di panggung,” ujarnya.
Saat pengumuman pemenang, suasana berlangsung penuh ketegangan sekaligus kegembiraan.
Juara ketiga diraih oleh kelas 4-A, juara kedua diraih kelas 5-A, sedangkan Trofi Bergilir Gen Q Award 2026 berhasil dibawa pulang oleh kelas 2-A melalui penampilan “Nusantara Traditional Dance” yang memukau dewan juri.
“Selamat untuk semua kelas. Baik yang sudah membawa pulang piala maupun yang belum, insyaallah tahun depan kesempatan kreatif ini masih terbuka lebar,” ujar pembawa acara menutup kegiatan.
Melalui Gen Q Award dan Pentas Seni, SD Musix kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan karakter, kreativitas, bakat seni, dan pembiasaan ibadah siswa secara seimbang.





0 Tanggapan
Empty Comments