Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Kebersamaan ke Perpisahan, Air Mata Iringi Penutupan Spiritual Journey SMAMIO

Iklan Landscape Smamda
Dari Kebersamaan ke Perpisahan, Air Mata Iringi Penutupan Spiritual Journey SMAMIO
Ashauma Kamil sedang berpelukan dengan ibu orang tua asuh Foto: M. Regan
pwmu.co -

Penutupan kegiatan Spiritual Journey yang digelar SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik pada Jumat (24/4/2026) berlangsung penuh haru. Bertempat di Masjid Nurul Huda Latukan, suasana emosional begitu terasa, menandai berakhirnya perjalanan batin para siswa selama empat hari di Desa Latukan.

Sejak awal acara, raut wajah siswa menunjukkan bahwa perpisahan bukan hal yang mudah. Kebersamaan yang terjalin sejak Selasa (21/4/2026) bersama orang tua asuh telah membentuk ikatan emosional yang mendalam, melampaui sekadar program sekolah.

Interaksi sederhana seperti makan bersama, beribadah, hingga berbincang di malam hari menghadirkan kedekatan yang tulus dan bermakna.

Tangis mulai pecah saat sesi penyampaian kesan dan pesan. Nida Ulhaq, siswi kelas XI 5, menyampaikan perasaannya dengan suara bergetar.

“Selama di sini, saya benar-benar merasa seperti di rumah sendiri. Saya dirawat, dibimbing, dan disayangi seperti anak kandung,” tuturnya.

Dengan mata berkaca-kaca, ia berharap hubungan yang telah terjalin tidak terputus oleh waktu dan jarak.

“Semoga ini bukan akhir. Saya ingin tetap kembali, tetap menyambung silaturahmi dengan keluarga yang sudah begitu baik kepada saya,” lanjutnya lirih.

Suasana semakin haru ketika M. Falih, siswa kelas XI 2, maju ke depan. Air matanya tak terbendung bahkan sebelum menyelesaikan kalimat pertama.

Tangis Falih menular ke peserta lain. Beberapa siswa tampak menyeka air mata, suasana hening sejenak dipenuhi isak yang bersahutan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Di sudut lain, Ashauma Kamil, siswi kelas XI 1, tak kuasa menahan kesedihan. Ia menangis sambil memeluk erat ibu orang tua asuhnya. Pelukan panjang itu seakan menjadi bahasa paling jujur tentang rasa kehilangan.

Tak hanya siswa, orang tua asuh pun merasakan hal serupa. Bakhtiar yang mewakili mereka, menyampaikan kesannya dengan suara bergetar.

“Kami merasa kehilangan juga. Anak-anak ini luar biasa. Ibadahnya baik, sikapnya sopan, tutur katanya santun. Mereka cepat beradaptasi dan menghormati kami seperti orang tua sendiri,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran siswa selama beberapa hari terakhir membawa warna tersendiri bagi keluarga asuh.

Sebagai penutup, panitia menayangkan video kilas balik perjalanan Spiritual Journey. Tawa, ibadah, dan kebersamaan sederhana kembali diputar, menghadirkan emosi yang mendalam bagi seluruh hadirin.

Penutupan ini bukan sekadar akhir kegiatan, melainkan awal dari kenangan yang akan terus hidup. Tangis yang mengalir menjadi bukti hadirnya kedekatan, makna, dan pengalaman yang tak tergantikan.

Spiritual Journey di Desa Latukan mungkin telah usai, namun jejaknya akan terus hidup dalam ingatan, doa, dan silaturahmi yang diharapkan tak pernah terputus.

Revisi Oleh:
  • Satria - 28/04/2026 13:56
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡