Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Baju HW Kepala SMA Muha Genteng Jadi Perhatian di Kegiatan Penguatan Ketahanan Pangan Polresta Banyuwangi

Iklan Landscape Smamda
Baju HW Kepala SMA Muha Genteng Jadi Perhatian di Kegiatan Penguatan Ketahanan Pangan Polresta Banyuwangi
Kepala SMA Muha Genteng tampil beda bersama lima kepala sekolah lainnya saat hadiri undangan Kapolresta Banyuwangi (Alib/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak lima sekolah diundang oleh Kapolresta Banyuwangi untuk mengikuti kegiatan Penguatan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuwangi yang digelar di Gedung Green Farm, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, pada Ahad (10/11/2025).

Setiap sekolah diminta mengirimkan beberapa perwakilan siswa dan didampingi langsung oleh kepala sekolah. Seluruh peserta hadir dengan mengenakan seragam Pramuka sesuai ketentuan yang ditetapkan panitia.

Kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB dan diawali dengan sambutan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, SIK., M.Si., M.H. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan kerja nyata yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di Banyuwangi, kami kembali menggalakkan penanaman jagung di Kuartal IV Tahun 2025 di lahan produktif seluas 50 hektare yang disediakan oleh Green Farm. Kolaborasi antar sektor menjadi kunci menjaga stabilitas dan ketersediaan bahan pangan,” ujarnya.

Seragam Hizbul Wathan Jadi Sorotan Forpimda

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur H.M. Arum Sabil, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Ir. Mujiono, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Banyuwangi Slamet Riadi, Komandan Kodim, Komandan Lanal, serta Ketua Kwarcab Pramuka Banyuwangi.

Para peserta dari sekolah yang diundang umumnya merupakan aktivis Pramuka dan mengenakan seragam lengkap. Namun, perhatian peserta dan jajaran Forpimda tertuju pada rombongan SMA Muhammadiyah Genteng (Muha Genteng) yang hadir dengan mengenakan seragam kepanduan Hizbul Wathan (HW).

Menanggapi hal itu, Ketua Kwarcab Pramuka Banyuwangi sempat menanyakan perbedaan seragam tersebut kepada Kepala SMA Muha Genteng Hj. Ani Sudarmi, M.Pd.

Ani menjelaskan bahwa lembaga pendidikan Muhammadiyah dari tingkat SD hingga SMA/SMK tidak memiliki seragam Pramuka karena telah memiliki organisasi kepanduan sendiri, yaitu Hizbul Wathan (HW).

“Kegiatan HW memiliki nilai dan tujuan yang sama dengan Pramuka, yakni pembinaan karakter dan semangat kepanduan,” jelas Ani.

Atas penjelasan tersebut, Ketua Kwarcab Banyuwangi justru mempersilakan Hj. Ani duduk di deretan kursi depan bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) sebagai bentuk penghargaan, meski sempat menolak dengan sopan.

Penanaman Jagung dan Panen Raya

Setelah acara seremonial di dalam gedung selesai, seluruh peserta diarahkan ke area lahan pertanian Green Farm. Di sana, mereka melakukan kegiatan penanaman jagung secara simbolis, sekaligus mengikuti panen padi, penanaman durian, dan pengembangan tanaman ketela sebagai bentuk kolaborasi lintas instansi dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Kegiatan berakhir pukul 16.00 WIB dan seluruh undangan kembali ke tempat masing-masing dengan membawa semangat baru untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan sektor pertanian di Banyuwangi. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu