Suasana kelas V SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik tampak berbeda dari biasanya. Tidak ada deretan angka di papan tulis. Sebaliknya, para siswa tampak antusias terlibat dalam sebuah aktivitas menantang bertajuk “Battle of the Square”.
Kegiatan pembelajaran ini juga merupakan bagian dari program pendampingan guru SDMM terhadap mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Fokus utamanya adalah mendesain pembelajaran matematika yang bermakna pada materi Konsep Kesetaraan Antar Satuan Luas.
Buktikan Sendiri “Mengapa Dikali 100”
Selama ini, banyak siswa hanya menghafal bahwa turun satu tangga dalam satuan luas berarti dikali 100. Namun, di tangan guru SDMM, Ria Pusvita Sari, M.Pd., dan mahasiswa PPG UMG Rizkun Nur Iswin, konsep ini dibongkar agar siswa bisa membuktikannya sendiri melalui hands-on activity.
Dengan menggunakan tahapan Structure of Observed Learning Outcome (SOLO) Taxonomy, pembelajaran dirancang secara sistematis:
- Pre-structural & Uni-structural: Siswa mengenal satuan luas dasar menggunakan media kotak satuan.
- Multi-structural: Siswa mulai menghubungkan beberapa satuan luas yang berbeda.
- Relational: Melalui aktivitas Battle of the Square, siswa menyusun persegi-persegi kecil ke dalam persegi yang lebih besar. Di sinilah momen “Aha!” terjadi—siswa menemukan bahwa dalam satu baris ada 10 kotak dan terdapat 10 baris, sehingga totalnya adalah 100 kotak.
- Extended Abstract: Siswa mampu menyimpulkan sendiri prinsip kesetaraan satuan luas dan menerapkannya pada kasus yang lebih kompleks.
“Kami ingin siswa tidak hanya menjadi penerima rumus, tapi menjadi penemu. Dengan aktivitas hands-on, mereka melihat secara visual mengapa satu tingkat luas setara dengan seratus unit di bawahnya,” ujar Ria Pusvita Sari.

Kolaborasi Strategis SDMM dan UMG
Pendampingan ini bertujuan agar mahasiswa PPG UMG mendapatkan pengalaman riil dalam lesson design yang inovatif.
Mahasiswa diajak untuk mengobservasi bagaimana teori pendidikan tingkat tinggi seperti SOLO Taxonomy dapat diimplementasikan secara konkret di tingkat sekolah dasar.
Inovasi “Battle of the Square” ini diharapkan dapat menjadi referensi baru dalam pengajaran matematika yang menyenangkan, sekaligus memperkuat posisi SDMM sebagai sekolah yang mengedepankan riset dan metode pembelajaran aktif.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments