Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Belajar Demokrasi Sejak Dini, Siswa Kelas 2-A SD Musix Surabaya Pilih Pengurus Kelas Lewat Voting

Iklan Landscape Smamda
Belajar Demokrasi Sejak Dini, Siswa Kelas 2-A SD Musix Surabaya Pilih Pengurus Kelas Lewat Voting
Siswa kelas 2-A SD Musix Surabaya belajar demokrasi melalui pemilihan pengurus kelas. Foto: Darmaji/PWMU.CO
pwmu.co -

Suasana berbeda tampak di Kelas 2-A (Al-Qudduus) SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) pada hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Kelas (MPLK), Selasa (14/7/2026). Para siswa tidak hanya mengikuti kegiatan pengenalan kelas, tetapi juga belajar mempraktikkan nilai-nilai demokrasi melalui pemilihan pengurus kelas dengan sistem voting yang berlangsung secara jujur, terbuka, dan sportif.

Kegiatan yang dipandu Wali Kelas Basirun SPd itu menjadi pengalaman pertama bagi sebagian besar siswa dalam mengenal proses demokrasi secara sederhana dan menyenangkan. Mereka belajar mencalonkan diri, menggunakan hak pilih, hingga menyaksikan secara langsung proses penghitungan suara secara transparan.

Pemilihan diawali dengan penjaringan calon ketua kelas. Basirun memberikan kesempatan kepada seluruh siswa yang bersedia mengemban amanah sebagai pengurus kelas.

“Siapa yang ingin menjadi ketua kelas?” tanyanya di hadapan para siswa.

Pertanyaan tersebut langsung disambut antusias. Hampir separuh siswa mengangkat tangan dengan penuh percaya diri.

“Ustaz, saya ingin menjadi ketua kelas,” ujar Freya mantap yang disambut semangat teman-temannya.

Keberanian Freya memotivasi siswa lain untuk ikut mencalonkan diri. Hingga akhir penjaringan, tercatat 18 siswa bersedia menjadi calon pengurus kelas, di antaranya Binar, Azra, Humaira, Zain, Kenan, dan beberapa nama lainnya.

Setelah seluruh kandidat ditulis di papan tulis, Basirun menjelaskan mekanisme pemungutan suara. Setiap siswa memperoleh satu lembar kertas suara dan diminta menuliskan empat nama yang dianggap layak mengemban amanah sebagai Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, dan Bendahara.

Sebelum proses pemungutan suara dimulai, ia mengingatkan para siswa agar menggunakan hak pilih dengan penuh tanggung jawab.

“Anak-anak, silakan memilih empat teman yang kalian percaya menjadi pengurus kelas. Jika memilih kurang atau lebih dari empat nama, maka kertas suara dinyatakan tidak sah,” jelasnya.

Suasana kelas pun semakin hidup ketika Kenan mengangkat tangan dan mengajukan pertanyaan yang mengundang senyum.

SMPM 5 Pucang SBY

“Ustaz, bolehkah saya memilih diri saya sendiri?” tanyanya polos.

“Tentu saja boleh. Yang penting setiap nama yang dipilih berbeda dan tidak boleh menuliskan nama yang sama lebih dari satu kali,” jawab Basirun.

Usai seluruh siswa memberikan suaranya, kotak suara dibuka dan penghitungan dilakukan secara terbuka di depan kelas. Setiap lembar suara dibacakan satu per satu sehingga seluruh siswa dapat menyaksikan langsung proses demokrasi yang berlangsung secara jujur dan transparan.

Persaingan memperoleh suara berlangsung cukup ketat. Pada putaran pertama, empat calon sama-sama memperoleh sembilan suara sehingga diperlukan voting putaran kedua untuk menentukan susunan pengurus inti kelas.

Hasil voting putaran kedua menetapkan Kenan sebagai Ketua Kelas, Freya sebagai Wakil Ketua, Binar sebagai Sekretaris, dan Maryam sebagai Bendahara.

Selain memilih pengurus inti, Kelas 2-A juga membentuk Tim 5K yang bertugas menangani bidang Kebersihan, Ketertiban, Kedisiplinan, Kerapian, dan Kebersamaan. Tugas tersebut dipercayakan kepada Chio, Narendra, Azril, Azra, Ezzy, dan Humaira sesuai pembagian tanggung jawab masing-masing.

Basirun mengatakan kegiatan ini bukan sekadar memilih pengurus kelas, tetapi menjadi sarana pembelajaran karakter bagi para siswa.

“Anak-anak belajar bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk dipilih dan memilih. Mereka juga belajar menerima hasil musyawarah maupun voting dengan lapang dada. Inilah pendidikan demokrasi sederhana yang menjadi fondasi penting bagi pembentukan karakter mereka,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, SD Musix tidak hanya memperkenalkan lingkungan belajar kepada peserta didik baru, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kepemimpinan, sportivitas, dan sikap menghargai perbedaan pendapat sejak usia dini. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 15/07/2026 09:16
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu