Semangat kepedulian dan kebersamaan warga Desa Brangsi kembali terlihat dalam kegiatan live musik yang digelar oleh Brangsi Working Class, persatuan pekerja migran warga Brangsi di Malaysia.
Kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 16 Agustus 2026, di Lapangan Candra Kartika Brangsi tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga diwarnai aksi sosial berupa santunan kepada 20 anak yatim MCC/LKSA Nurul Huda Muhammadiyah Brangsi.
Acara live musik tersebut menghadirkan sejumlah band papan atas Jawa Timur dengan bintang tamu Roy Jekoniah, vokalis band Bomorang. Kehadiran para musisi tersebut berhasil menciptakan suasana meriah dan menjadi hiburan bagi warga Brangsi serta masyarakat di sekitarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Brangsi, Drs. H. Zuhdi Amin, beserta jajaran, serta Ketua MCC/LKSA Nurul Huda Muhammadiyah Brangsi.
Dalam sambutannya, Zuhdi Amin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta warga Brangsi di Malaysia yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada para panitia yang telah mengadakan acara ini untuk menghibur masyarakat Brangsi dan sekitarnya. Kegiatan ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk mempererat silaturahmi antarwarga, khususnya warga Brangsi yang berada di Malaysia,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua panitia Ario mengatakan bahwa kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat kerja sama dan dukungan berbagai pihak, terutama warga Brangsi yang bekerja dan tinggal di Malaysia.
Menurutnya, selain menghadirkan hiburan, pihak panitia sengaja menyisipkan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sosial di kampung halaman.
“Kegiatan ini berjalan atas kerja sama semua pihak, terutama warga Brangsi di Malaysia. Kami sedikit memberikan santunan kepada anak yatim Desa Brangsi sebagai wujud bahwa kita sebagai anak muda tetap peduli dengan kegiatan yang ada di MCC/LKSA Nurul Huda Muhammadiyah Brangsi,” tutur Ario.
Santunan kepada 20 anak yatim tersebut menjadi salah satu momen penting dalam kegiatan. Kepedulian itu menunjukkan bahwa keberadaan warga Brangsi di Malaysia tidak hanya memberikan kontribusi secara ekonomi, tetapi juga tetap memiliki perhatian terhadap kehidupan sosial dan pendidikan generasi muda di tanah kelahiran.
Kegiatan Brangsi Working Class tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa hiburan, silaturahmi, dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan. Dari panggung musik di Lapangan Candra Kartika, semangat kebersamaan warga Brangsi di Malaysia kembali terhubung dengan masyarakat di kampung halaman.
Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan hubungan antara warga Brangsi di perantauan dengan masyarakat di Desa Brangsi semakin erat, serta kepedulian terhadap anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan dapat terus ditumbuhkan secara berkelanjutan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments