Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti pembukaan Festival Aisyiyah Bustanul Athfal (FABA) Tingkat Kabupaten Gresik yang digelar di Andalusia Hall, SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Ahad (24/5/2026).
Ajang bergengsi milik persyarikatan ‘Aisyiyah ini dibuka dengan serangkaian pesan inspiratif yang membakar semangat para peserta dan guru pendamping.
Hadir mewakili Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik, Musyrifah, S.Ag., menyampaikan rasa syukur yang mendalam karena FABA dapat terlaksana dengan sukses di tingkat Kabupaten setelah sebelumnya selesai digelar di tingkat cabang masing-masing.
Dalam pidato sambutannya, Musyrifah menegaskan bahwa pelaksanaan FABA tahun ini memiliki nilai historis yang sangat penting bagi keluarga besar Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA).
“FABA ini adalah hadiah terindah seiring Kemandirian IGABA yang beberapa waktu lalu telah kita perjuangkan bersama,” ujarnya disambut tepuk tangan gemuruh dari ratusan hadirin yang memadati hall.
Momentum ini, tambahnya, harus dijadikan pembelajaran berharga sekaligus pemantik semangat untuk terus menjadi lebih baik ke depan.
Esensi Syukur dan Pelestarian Ajang Persyarikatan.
Lebih lanjut, Musyrifah mengingatkan segenap guru dan orang tua mengenai esensi utama dari kompetisi anak usia dini ini. Menurutnya, FABA bukan sekadar panggung kompetisi biasa.
“FABA bukan hanya unjuk kebolehan atau kreativitas, tetapi bentuk syukur dan rasa takut kita kepada Allah agar tidak meninggalkan anak-anak generasi penerus yang lemah dan bodoh,” tegasnya penuh wibawa.
Ia juga menyatakan rasa bangganya karena FABA telah tumbuh menjadi wadah pencarian bakat yang menjadi ciri khas gerakan dakwah persyarikatan.
Menariknya, konsep festival seperti ini terbilang sangat langka. “Dan ternyata ini satu-satunya di Jawa Timur bahkan di Indonesia, maka sudah sepatutnya harus kita dukung dan lestarikan bersama,” imbuh Musyrifah.
Pesan Menyentuh untuk Anak-Anak Peserta
Di akhir sambutannya, wartawan muda, kontributor PWMU.CO ini berpesan kepada seluruh peserta untuk tampil berani, ceria, dan memberikan performa terbaik di panggung mereka sendiri tanpa perlu mencemaskan hasil akhir.
“Ini panggung kalian, milik kalian. Tampilkan yang terbaik dan jadilah bangga dengan diri anak-anak hari ini. Urusan juara, kita serahkan kepada Allah. Selamat berlomba, tidak ada yang rewel atau menangis, semua harus tersenyum ceria,” pungkasnya penuh semangat, berharap acara ini melahirkan generasi unggul yang membanggakan Kabupaten Gresik.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments