Ruang Laboratorium Komputer SMK Muhammadiyah Tulangan (SMK Milan) tampak berbeda pada Rabu (29/7/2026).
Siswa kelas XI Desain Komunikasi Visual (DKV) tidak sekadar belajar membuat halaman web. Mereka tengah membangun identitas bisnis mereka sendiri melalui website yang dirancang menggunakan aplikasi Visual Studio Code.
Suasana lab terasa layaknya sebuah kantor startup. Masing-masing siswa fokus mengembangkan website usahanya, mulai dari menentukan konsep bisnis, menyusun tampilan halaman, hingga menuliskan profil produk dan layanan yang akan ditawarkan.
Tak sekadar belajar bahasa pemrograman, namun mereka juga belajar berpikir sebagai seorang entrepreneur sejak masih duduk di bangku sekolah.
Pembelajaran tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi pendidikan vokasi di SMK Muhammadiyah Tulangan yang menggabungkan keterampilan digital dengan jiwa kewirausahaan.
Di sini, guru tidak hanya menjelaskan teori. Tetapi mengajak siswa menghasilkan karya yang dapat dikembangkan menjadi portofolio maupun media promosi bisnis di masa depan.
Melalui Visual Studio Code, para siswa mempelajari struktur dasar website menggunakan HTML dan CSS. Mereka kemudian menuangkan ide bisnis masing-masing ke dalam sebuah website sederhana yang menampilkan profil usaha, produk, hingga informasi kontak.
Pembelajaran ini dirancang agar siswa memahami bahwa kemampuan membuat website merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan di era digital.
Hampir setiap bisnis saat ini memerlukan media online sebagai sarana promosi dan membangun kepercayaan pelanggan.
Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak lagi memandang coding sebagai pelajaran yang rumit. Sebaliknya, mereka melihat coding sebagai alat untuk mewujudkan ide dan mengembangkan usaha yang mereka impikan.
Guru Informatika SMK Muhammadiyah Tulangan, Moch Fauzan SKom MKom menegaskan bahwa pembelajaran coding di SMK Milan tidak berhenti pada kemampuan membuat website. Tetapi diarahkan untuk membentuk pola pikir inovatif dan jiwa kewirausahaan siswa.
“Di SMK Milan kami ingin siswa belajar layaknya seorang pelaku industri dan entrepreneur. Karena itu, mereka tidak sekadar membuat website sebagai tugas, tetapi membangun website untuk bisnis yang mereka rancang sendiri” terang fauzan.
Melalui proses ini, lanjutnya, siswa belajar memadukan kemampuan coding, kreativitas desain, dan strategi pemasaran digital dalam satu proyek nyata. Harapannya, saat lulus mereka tidak hanya siap bekerja di industri, tetapi juga memiliki keberanian dan kompetensi untuk membangun usaha berbasis teknologi.
“Inilah esensi pendidikan vokasi: menghasilkan lulusan yang adaptif, produktif, dan mampu menciptakan peluang kerja, bukan hanya mencari pekerjaan” ujarnya.
Menurut Fauzan, pendekatan project-based learning membuat siswa lebih mudah memahami manfaat coding karena hasil karya yang mereka buat dapat terus dikembangkan menjadi portofolio profesional maupun media promosi usaha yang siap digunakan di dunia nyata.
Di samping itu, pembelajaran ini juga memberikan pengalaman kepada siswa bahwa kemampuan membuat website merupakan salah satu keterampilan penting di era digital.
Hampir setiap bisnis membutuhkan media online untuk membangun citra, memperluas jangkauan pasar, sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya SMK Muhammadiyah Tulangan dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri.
Siswa didorong untuk menghasilkan karya nyata yang memiliki nilai guna, bukan sekadar menyelesaikan tugas di kelas.
Melalui pembelajaran berbasis proyek seperti ini, SMK Muhammadiyah Tulangan berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi digital. Tetapi juga berani berinovasi, kreatif, dan siap menjadi pencipta lapangan kerja di masa depan.





0 Tanggapan
Empty Comments