Desa Tarik Siap Dukung Langkah Persyarikatan Muhammadiyah

Tak hanya Galih, program kemasyarakatan ini juga mendapat tanggapan baik dari Lurah Desa Tarik, Ifanul Ahmad. Sepakat dengan Galih, ia berpendapat bahwa saat hidup, manusia memiliki prestasi. Namun ketika sudah meninggal, mereka meninggalkan prasasti yang diwariskan kepada masyarakat.
“Muhammadiyah bukanlah bangunan, namun bisa membangun. Dan jika pembangunan tersebut mampu mensejahterakan masyarakat secara kebudayaan dan teknologi, maka hal itu harus terus diwariskan,” terang Lurah yang juga alumni Umsida itu.
Ia sangat menyambut baik kerja sama dengan PCM Tarik dan mendukung dari berbagai hal termasuk secara finansial. Menurutnya, gerakan Fastabiqul Khairat juga harus didukung secara finansial yang dalam hal ini adalah dana desa.
“Kami siap mendukung gerakan-gerakan yang bisa berdampak pada kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang, bisa pendidikan, ekonomi, budaya, agama, dan lainnya,” terang Ahmad.
Lantas ia memberi contoh pada program makan darurat yang menurutnya sangat penting.
“Program itu bisa kami support anggaran. Karena makan darurat bisa berdampak luas tak hanya se-desa saja, tapi juga kecamatan,” tuturnya.
Apalagi Desa Tarik juga memiliki program pos gizi yang bisa dikolaborasikan dengan program makan darurat milik PCM Tarik. Ia berharap kerja sama antara Pemerintah Desa Tarik, PCM Tarik, dan Umsida bisa terus berlanjut. (*)
Penulis Romadhona S. Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments