Padatnya peserta di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saat Muhammadiyah Education Awards (ME Awards) 2026, Sabtu (8/8/2026), tidak lepas dari kerja tim yang mengatur jalannya rangkaian acara sejak pagi.
Salah satu yang terlibat dalam koordinasi tersebut adalah Dr. Dra. Mas’ulah, MA., dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) yang dipercaya menjadi koordinator acara. Bersama tim, ia mengawal berbagai rangkaian kegiatan mulai dari persiapan hingga pelaksanaan.
Heru Tjahyono, salah satu anggota tim acara, menjelaskan bahwa pengaturan alur menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan yang dihadiri banyak peserta.
“Acara besar seperti ini tidak hanya membutuhkan konsep yang bagus. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana konsep itu diterjemahkan menjadi alur acara yang rapi,” ujar Heru.
Peserta mulai berdatangan ke Dome UMM sejak pukul 06.30 WIB. Tim kemudian mengatur pergerakan peserta agar proses masuk ke gedung hingga penempatan di tribun berlangsung tertib.
“Peserta datang sejak pagi. Kami harus memastikan pergerakan mereka tetap teratur, mulai dari masuk gedung, menempati tribun, hingga mengikuti rangkaian acara,” katanya.
Penampilan orkestra SMA Muhammadiyah 10 (SMAM X) Surabaya turut menjadi bagian dari penyambutan peserta. Alunan musik yang dimainkan para siswa menggema di Dome UMM saat peserta mulai memenuhi area kegiatan.
“Orkestra menjadi bagian dari strategi pembukaan. Jadi peserta tidak sekadar datang dan duduk, tetapi sejak masuk sudah mendapatkan suasana acara,” ujar Heru.
Memasuki pukul 08.00 WIB, seluruh tribun Dome UMM telah terisi. Kepadatan peserta tersebut menjadi salah satu tantangan bagi tim acara untuk menjaga alur kegiatan tetap berjalan sesuai agenda.
“Yang paling penting adalah bagaimana peserta tetap nyaman meskipun jumlahnya banyak. Sirkulasi harus diatur dengan baik,” ungkap Heru.
Selain mengatur sirkulasi peserta, tim acara juga memastikan berbagai unsur yang terlibat dapat bekerja sesuai jadwal. Koordinasi dilakukan mulai dari pembawa acara, penampilan siswa, pembacaan Al-Qur’an, hingga rangkaian utama ME Awards 2026.
Koordinasi tersebut terlihat dalam pergantian segmen acara. Setelah peserta disambut penampilan orkestra SMAM X Surabaya, acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh Hana Rosmalia Alfia, S.Hum., M.Pd. Selanjutnya, suasana beralih menjadi khidmat ketika Danang Syamsudin dari SMAMDA Sidoarjo membacakan ayat suci Al-Qur’an.
“Acara itu seperti sebuah orkestrasi. Semua harus masuk pada waktunya. Kalau satu bagian terlambat atau bergerak tidak sesuai alur, bagian berikutnya bisa terganggu,” jelas Heru.
Menurut Heru, keberhasilan kerja tim tidak hanya terlihat dari apa yang berlangsung di atas panggung, tetapi juga dari proses yang terjadi di belakangnya.
“Yang tidak terlihat justru sering kali menjadi bagian paling penting. Bagaimana peserta masuk, bagaimana mereka diarahkan, bagaimana pergantian acara, semuanya harus dipikirkan,” ujarnya.
ME Awards 2026 mengangkat tema “The Rise of Muhammadiyah Youth Generation for Future Leader”. Perhelatan pendidikan Muhammadiyah Jawa Timur tersebut mempertemukan peserta dari berbagai sekolah dan madrasah Muhammadiyah dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Dome UMM.
Bagi tim acara, seluruh rangkaian yang berjalan sesuai alur menjadi bagian dari capaian kerja mereka.
“Ketika peserta bisa mengikuti acara dengan nyaman, tribun penuh, dan setiap rangkaian berjalan sesuai alur, itu menjadi kepuasan bagi seluruh tim,” kata Heru.
Di tengah padatnya Dome UMM, kerja koordinasi tim acara menjadi bagian penting yang memastikan ribuan peserta tetap terarah dan setiap rangkaian ME Awards 2026 berlangsung sesuai agenda. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments