Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

GJDJ PCM Lowokwaru Bahas Dakwah Fardiyah, Kader Didorong Perkuat Silaturahim

Iklan Landscape Smamda
GJDJ PCM Lowokwaru Bahas Dakwah Fardiyah, Kader Didorong Perkuat Silaturahim
Nanang Zakaria pamong GJDJ (memakai kopyah) saat menyampaikan materi (Ahmad Afwan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dakwah fardiyah menjadi salah satu pendekatan yang dibahas dalam kegiatan GJDJ (Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah) PCM Lowokwaru, Kamis (27/8/2026). Melalui dakwah secara personal, kader didorong memperkuat silaturahim dan membangun kedekatan dengan masyarakat.

Kegiatan tersebut mengangkat tema dakwah fardiyah dan peran kader dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat. Dalam pembahasan, dakwah tidak hanya ditempatkan sebagai aktivitas formal organisasi, tetapi juga sebagai gerakan yang dapat dilakukan melalui interaksi sehari-hari.

Ketua PCM Lowokwaru, H. Mulyani, yang turut mengikuti kegiatan tersebut, mengatakan dakwah fardiyah memiliki relevansi kuat dengan kehidupan kader Muhammadiyah. Menurutnya, kader tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga perlu menghadirkan nilai-nilai Islam melalui hubungan sosial di lingkungan masing-masing.

“Dakwah itu tidak selalu harus berada di atas mimbar. Sebagai kader, kita memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui silaturahim, menyapa masyarakat, membangun kedekatan, dan memberikan keteladanan,” ujar Ketua PCM Lowokwaru.

Berangkat dari Hubungan Personal

Pamong GJDJ PCM Lowokwaru, Nanang Zakaria, menjelaskan dakwah fardiyah merupakan proses dakwah yang dilakukan secara personal dari seseorang kepada orang lain. Pendekatan tersebut mengutamakan hubungan yang dekat dan penuh perhatian sehingga kader dapat memahami kondisi orang yang menjadi sasaran dakwah sebelum menyampaikan pesan kebaikan.

“Dakwah fardiyah berangkat dari hubungan personal. Kita mengenal orangnya, membangun kepercayaan, mendengarkan persoalannya, kemudian mengajaknya kepada kebaikan secara bertahap. Jadi, silaturahim bukan sekadar datang dan bertemu, tetapi menjadi pintu masuk untuk menghadirkan nilai-nilai dakwah,” jelas Nanang.

Menurutnya, membangun hubungan dengan masyarakat dapat dimulai dari berbagai aktivitas sederhana. Kader dapat berkunjung kepada tetangga, menjenguk orang yang sakit, menghadiri undangan, membantu ketika ada kesulitan, menyapa dengan ramah, atau menyediakan waktu untuk mendengarkan persoalan orang lain.

Pendekatan tersebut menempatkan silaturahim sebagai bagian penting dalam dakwah fardiyah. Hubungan yang dibangun secara bertahap memungkinkan kader mengenali kondisi masyarakat sekaligus membangun kepercayaan.

SMPM 5 Pucang SBY

Keteladanan dalam Dakwah

Dakwah fardiyah juga membutuhkan kesabaran dan keteladanan. Tidak semua orang langsung menerima nasihat atau ajakan kepada kebaikan. Karena itu, kader perlu mengedepankan pendekatan yang santun dan bijaksana dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.

Kader Muhammadiyah juga memiliki ruang untuk menerjemahkan nilai dakwah melalui perilaku sehari-hari. Sikap jujur, amanah, ramah, peduli, dan ringan tangan dalam membantu sesama dapat menjadi bagian dari keteladanan di lingkungan tempat kader tinggal.

Dengan pendekatan tersebut, dakwah tidak hanya berlangsung melalui penyampaian pesan secara verbal. Kehadiran kader dalam kehidupan sosial juga dapat menjadi sarana untuk menunjukkan nilai-nilai Islam melalui tindakan nyata.

GJDJ menjadi salah satu ruang bagi kader untuk memahami bahwa aktivitas dakwah tidak selalu membutuhkan forum besar. Interaksi personal dengan keluarga, tetangga, teman, rekan kerja, maupun masyarakat sekitar dapat menjadi bagian dari proses membangun gerakan dakwah.

Melalui penguatan dakwah fardiyah, PCM Lowokwaru mendorong kader agar semakin dekat dengan masyarakat, mampu membangun kepercayaan, dan menghadirkan manfaat di lingkungan masing-masing.

Dakwah yang berangkat dari silaturahim dan keteladanan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran kader Muhammadiyah di tengah masyarakat. Dengan demikian, aktivitas organisasi tidak berhenti di ruang-ruang formal, tetapi berlanjut dalam kehidupan sosial sehari-hari. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 29/08/2026 18:33
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu