Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Guru Bahasa Inggris SD Mumtaz Perkuat Inovasi Pembelajaran Melalui ICONELT 2026

Iklan Landscape Smamda
Guru Bahasa Inggris SD Mumtaz Perkuat Inovasi Pembelajaran Melalui ICONELT 2026
Guru Bahasa Inggris SD Mumtaz Perkuat Inovasi Pembelajaran Melalui ICONELT 2026. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Delapan guru Bahasa Inggris SD Muhammadiyah 1-2 Taman (SD Mumtaz) mengikuti The 5th International Conference on English Language Teaching (ICONELT) pada 17–18 September 2026.

Konferensi ini mengangkat tema “Empowering Educators: Resilience and Innovation in a Transformative ELT Landscape.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut dilaksanakan secara hybrid dengan menghadirkan pembicara dari berbagai negara, seperti Filipina, Jepang, Thailand, Australia, dan Indonesia.

Delapan guru Bahasa Inggris SD Mumtaz yang berpartisipasi adalah Laras Ayuningtyas Manggiasih, S.Pd., M.Pd., Iflakha, S.Pd., Azzahrah Sabiya Firdaus, S.S., Nisa Handayani, S.Pd., Farissa Aulina, S.Pd., Bernika Dwi Arinda Putri, S.Pd., Meysha Dwi Kurniadiansyah, S.Pd., dan Aliyah Nabila, S.Pd.

Keikutsertaan para guru ini menjadi bagian dari upaya SD Mumtaz dalam mendukung taglineWorld Class Education.” Melalui konferensi internasional, para guru memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan, bertukar gagasan, dan menemukan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa di era digital.

Empat Artikel yang Dipresentasikan

Dalam ICONELT 2026, beberapa guru SD Mumtaz berpartisipasi sebagai presenter dengan mengangkat topik penelitian dan inovasi pendidikan yang beragam.

Artikel pertama berjudul “Integrating Critical Thinking and Media Literacy into English Language Education through International Penpals Literacy Program: Pre-Experimental Study.”

Artikel ini membahas integrasi critical thinking dan media literacy dalam pembelajaran Bahasa Inggris melalui program International Penpals Literacy.

Artikel kedua berjudul “Developing Adaptive Pedagogies for Generation Z and Alpha: Advancing Learner-Centered Education in the Digital Era.” Artikel ini berfokus pada pengembangan pedagogi adaptif dan pembelajaran yang berpusat pada siswa di era digital.

Artikel ketiga berjudul “Harnessing ChatGPT for Speaking Instruction in English Language Teaching: A Systematic Literature Review.”

Artikel tersebut mengkaji pemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran keterampilan berbicara Bahasa Inggris melalui kajian literatur sistematis.

Sementara itu, artikel keempat berjudul “Innovating Professional Development within a Community of Practice: A Case Study of the Buddy Program for School-Wide English Learning.”

Artikel ini membahas pengembangan profesional guru melalui pendekatan community of practice dan program Buddy dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah.

Pentingnya Critical Thinking di Era AI

SMPM 5 Pucang SBY

Salah satu peserta, Meysha Dwi Kurniadiansyah, S.Pd., mengungkapkan bahwa ICONELT menjadi pengalaman yang sangat berharga, terutama bagi guru yang masih tergolong baru dalam dunia pendidikan.

“Ini adalah kesempatan yang luar biasa. Banyak hal yang bisa kami pelajari, terutama bagi kami yang terbilang baru di dunia pendidikan,” ungkapnya.

Menurut Meysha, salah satu hal yang paling membekas selama konferensi adalah pentingnya membangun critical thinking sebagai fokus utama dalam proses pembelajaran.

Kemampuan ini menjadi dasar agar siswa mampu menghadapi perkembangan zaman, ketika teknologi kecerdasan buatan atau AI semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ia menilai bahwa siswa tidak cukup hanya diarahkan untuk menerima informasi, tetapi juga perlu dilatih untuk menganalisis, mengajukan pertanyaan, dan mengambil keputusan berdasarkan pemahaman yang dimiliki.

Mengembangkan Literasi Media

Nisa Handayani, S.Pd., menyoroti tantangan guru dalam mendampingi siswa yang terus terpapar konten digital singkat dan cepat berubah.

Menurut Nisa, guru tidak harus sepenuhnya melarang siswa menggunakan media digital. Sebaliknya, guru perlu membimbing siswa agar mampu berpikir kritis terhadap informasi yang mereka temui.

Siswa dapat diarahkan untuk mengajukan pertanyaan, memahami sudut pandang yang berbeda, menciptakan karya bermakna, dan merefleksikan hasil belajarnya. Dengan demikian, media digital tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk belajar, berbagi gagasan, dan menghasilkan pengetahuan baru.

Inovasi Pengajaran Phonetics

Farissa Aulina, S.Pd., juga menemukan inovasi pembelajaran yang berpotensi diterapkan di SD Mumtaz, yaitu pengajaran phonetics melalui pendekatan game-based instruction serta pembelajaran media literacy yang menekankan kemampuan critical thinking.

Menurut Farissa, pengajaran phonetics melalui permainan dapat membantu siswa mengenal dan melatih bunyi Bahasa Inggris dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif.

Permainan dapat digunakan untuk mengenalkan hubungan antara bunyi dan kata, melatih pengucapan, serta meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan speaking.

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 20/09/2026 07:51
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu