Sekilas, siswa yang sering terlihat tidak fokus ketika pembelajaran berlangsung mungkin dianggap kurang memahami penjelasan guru.
Ada pula siswa yang dinilai membutuhkan pendampingan lebih karena tampak lebih senang bermain sendiri ketika teman-temannya memperhatikan guru di depan kelas.
Namun, bagaimana jika persoalannya bukan semata-mata pada kemampuan memahami pelajaran?
Pertanyaan itu menemukan jawabannya melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan SD Muhammadiyah 4 Zamzam bersama Puskesmas Sukodono, Kamis-Jumat (17-18/9/2026).
Kegiatan yang diikuti seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, pendengaran, penglihatan, serta pengukuran berat dan tinggi badan.
Sejak pagi, siswa bergantian mengikuti pemeriksaan yang dilakukan tenaga kesehatan. Mereka tampak antusias, meskipun beberapa di antaranya sempat penasaran dengan alat-alat pemeriksaan yang digunakan.
Bagi sekolah, kegiatan ini bukan sekadar untuk mengetahui apakah siswa dalam kondisi sehat atau tidak. Lebih dari itu, hasil pemeriksaan menjadi informasi penting untuk memahami berbagai faktor yang mungkin memengaruhi kenyamanan dan keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
Salah satu temuan menarik dalam kegiatan tersebut adalah adanya siswa yang mengalami gangguan penglihatan, seperti mata minus dan silinder.
Sebelumnya, ketika siswa tampak kesulitan memahami materi dan kurang memperhatikan guru, muncul dugaan bahwa ia membutuhkan penjelasan berulang atau bimbingan belajar lebih lanjut.
Namun, setelah mengikuti pemeriksaan penglihatan, diketahui terdapat kendala pada fungsi penglihatannya.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi aktivitas belajar. Ketika tulisan di papan atau materi yang ditampilkan di depan kelas tidak terlihat jelas, siswa dapat mengalami kesulitan mengikuti pembelajaran. Akibatnya, ia lebih mudah kehilangan fokus dan mencari aktivitas lain yang dirasa lebih nyaman.
Temuan seperti ini memberikan sudut pandang yang lebih lengkap bagi guru dan orang tua dalam mendampingi anak.
Kepala Urusan Bidang Kurikulum SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Ayu Wulandari, S.Pd., menyampaikan bahwa kesehatan siswa memiliki kaitan erat dengan proses pembelajaran.
“Pemeriksaan seperti ini membantu guru mengetahui kondisi siswa secara lebih utuh. Kadang anak terlihat kurang fokus atau mengalami kesulitan mengikuti pembelajaran, tetapi ternyata ada faktor kesehatan yang memengaruhinya. Dengan mengetahui hasil pemeriksaan, guru dan orang tua bisa menentukan langkah pendampingan yang lebih tepat,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan CKG selanjutnya diberikan kepada pihak sekolah untuk disampaikan kepada orang tua. Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, orang tua dapat membawa anak ke fasilitas kesehatan atau poli terkait.
Misalnya, siswa yang terindikasi mengalami gangguan penglihatan dapat melanjutkan pemeriksaan ke poli mata. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memperoleh hasil yang lebih akurat, termasuk menentukan kebutuhan penggunaan kacamata sesuai kondisi anak.
Begitu pula siswa yang memiliki kendala pada kesehatan gigi dan mulut dapat melanjutkan pemeriksaan ke poli gigi dan mulut untuk mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Muhammad Anas Fikri, M.AP., menilai kegiatan CKG menjadi salah satu bentuk perhatian sekolah terhadap tumbuh kembang siswa.
“Anak-anak yang sehat tentu akan lebih nyaman dalam belajar dan beraktivitas. Karena itu, sekolah tidak hanya memperhatikan capaian akademiknya, tetapi juga kondisi kesehatan yang menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang mereka,” tuturnya.
Menurutnya, kerja sama antara sekolah, orang tua, dan fasilitas kesehatan merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam memberikan pendampingan terbaik kepada anak.
“Ketika hasil pemeriksaan diketahui lebih awal, kita bisa mengambil langkah yang lebih cepat dan tepat. Guru dapat menyesuaikan pendampingan di sekolah, sedangkan orang tua dapat melanjutkan penanganan jika memang diperlukan,” tambahnya.
Hal tersebut sejalan dengan nilai Islam yang mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari amanah. Tubuh yang sehat merupakan nikmat Allah SWT yang perlu dijaga dan digunakan untuk melakukan berbagai kebaikan.
Dalam perspektif pendidikan Muhammadiyah, upaya tersebut juga mencerminkan semangat pendidikan yang memperhatikan perkembangan anak secara menyeluruh. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga memperhatikan kesehatan, karakter, kemandirian, dan perkembangan anak.
Kepedulian terhadap kesehatan anak juga menjadi bentuk nyata semangat amar makruf, yakni menghadirkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk memastikan anak-anak mendapatkan hak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang dalam kondisi yang sehat.
Bagi siswa, CKG memberikan pengalaman tersendiri. Mereka tidak hanya diperiksa, tetapi juga belajar bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari kebiasaan baik yang perlu dilakukan sejak dini.
Salah seorang siswa kelas 3 mengaku senang mengikuti pemeriksaan karena dapat mengetahui kondisi tubuhnya.
“Senang diperiksa. Saya jadi tahu tinggi dan berat badan saya. Tadi juga diperiksa mata dan gigi,” ungkapnya.
Siswa lainnya mengaku pemeriksaan mata membuatnya semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mata.
“Saya jadi tahu mata harus dijaga. Kalau membaca atau melihat tulisan di papan harus diperhatikan supaya mata tetap sehat,” katanya.
Sementara itu, seorang siswa kelas 5 mengatakan pemeriksaan gigi membuatnya kembali diingatkan untuk menjaga kebersihan gigi.
“Setelah diperiksa, saya jadi ingin lebih rajin sikat gigi supaya gigi tetap sehat,” ujarnya.
Pengalaman sederhana tersebut menjadi pembelajaran nyata bagi siswa. Mereka belajar mengenali tubuhnya sekaligus memahami bahwa kesehatan bukan sesuatu yang hanya diperhatikan ketika sakit.





0 Tanggapan
Empty Comments