Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Guru Muhammadiyah Jember Belajar Jadi Jurnalis

Iklan Landscape Smamda
Guru Muhammadiyah Jember Belajar Jadi Jurnalis
pwmu.co -
Kepala Sekolah SD Mudisa Jember Drs Abd Wasid SPd menyampaikan sambutan Sabtu (14/1/2023) (Mohamamd Nurfatoni/PWMU.CO)

Guru Muhammadiyah Jember Belajar Jadi Jurnalis: oleh Yuli Tri Ika Lestari, penulis terbaik Workshop Jurnalistik. 

PWMU.CO – SD Muhammadiyah 1(SD Mudisa) Jember, Jawa Timur, menggelar Workshop Jurnalistik bertema Guru pun Bisa Menjadi Jurnalis, di Auditorium SD Mudisa Jember, Sabtu (14/1/2023).

 Acara yang diikuti guru SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Jember ini  mendatangkan nara sumber Pemimpin Redaksi PWMU.CO Mohammad Nurfatoni.

Kepala Sekolah SD Mudisa Jember Drs Abd Wasid SPd menyampaikan harapan diadakan acara ini untuk maju bersama-sama. “Dengan adanya acara ini diharapkan bisa digunakan untuk kemajuan bersama dan berharap semua guru bisa menjadi jurnalis,” ungkapnya.

Peserta Workshop Jurnalistik di SD Muhammadiyah 1 Jember, Sabtu (14/1/2023). Guru Muhammadiyah Jember Belajar Jadi Jurnalis (Mohamamd Nurfatoni/PWMU.CO)

Pengembangan Diri

Kepala Bidang Humas SD Mudisa Wulidatul Aminah MPd menyampaikan tujuan workshop ini adalah pengembangan diri. 

“Untuk guru, selain mengajar juga bisa menunjukkan pengembangan diri. Salah satunya dengan menulis berita. Dari yang tidak bisa menulis, jadi bisa menulis. Wuli menyampaikan tujuan lain yakni ingin mempopulerkan sekolah secara luas di masyarakat.

“Jika sendiri terlalu berat, mari bersama belajar untuk menjadi jurnalis,” katanya. Wuli menyampaikan salah satu kendala menumbuhkan semangat datang dari internal dan eksternal.

“Tanamkan pada diri kita, tulisan kita belum baik, jadi harus belajar, belajar dan belajar,” tegasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Berita Adalah Cerita

Menulis cerita sama mudahnya dengan menulis berita. Mohammad Nurfatoni yang akrab disapa Fatoni menyampaikan menulis itu juga menginspirasi.

“Tidak ada tulisan yang sempurna, sejelek apapun pasti bagus pada akhirnya,” ungkapnya.

Untuk kompetensi diri, sambungnya, beberapa penulis dari yang bukan punya basik jurnalis tetap bisa menulis. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu