Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Guru Sekolah Kreatif Menganti Ikuti Workshop STEM untuk Perkuat Pembelajaran Berbasis Proyek

Iklan Landscape Smamda
Guru Sekolah Kreatif Menganti Ikuti Workshop STEM untuk Perkuat Pembelajaran Berbasis Proyek
Guru kelas IV mempresentasikan STEM Kuartet (Rawadan Reza Rachman/PWMU.CO)
pwmu.co -

Guru SD Muhammadiyah 1 Menganti dan SMP Muhammadiyah 15 Menganti mengikuti Teacher Upgrading: Workshop STEM yang digelar di Aula Sekolah Kreatif Menganti, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM) yang mendorong kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan pemecahan masalah.

Workshop menghadirkan Fasilitator sekaligus Pengawas SD/MI Muhammadiyah Kabupaten Gresik, Ria Pusvita Sari, M.Pd. Dalam sesi materi, perempuan yang akrab disapa Ustazah Vita tersebut membagikan pengalaman mengenai implementasi pembelajaran STEM di sekolah Muhammadiyah.

Menurutnya, masih banyak guru yang keliru memahami konsep STEM. Ia menegaskan bahwa STEM bukanlah model maupun metode pembelajaran, melainkan sebuah platform yang dapat dipadukan dengan berbagai pendekatan pembelajaran.

“Ada sekolah yang mengatakan model pembelajarannya adalah STEM. Padahal STEM bukan model pembelajaran, melainkan sebuah platform. Masih banyak yang salah memahaminya,” ujarnya.

Ustazah Vita menjelaskan bahwa pembelajaran STEM dibangun di atas tiga sentrisitas utama, yakni problem centricity, solution centricity, dan humanistic centricity. Ketiga aspek tersebut menjadi landasan agar peserta didik tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menghasilkan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi di lingkungan sekitarnya.

Ia juga mendorong guru memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Namun, AI tidak boleh menggantikan peran guru sebagai pendidik.

“Kita adalah orang-orang hebat. Maka kita harus memaksimalkan otak dan akal yang telah dikaruniakan Allah kepada kita. AI hanyalah alat bantu, bukan pengganti guru,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustazah Vita turut menampilkan sejumlah praktik baik penerapan STEM di sekolah Muhammadiyah, salah satunya di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM). Ia menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran STEM tidak diukur dari hasil akhir sebuah produk, melainkan dari proses belajar yang dialami peserta didik.

SMPM 5 Pucang SBY

“Berhasil atau tidak, itu adalah challenge. Kita tidak sedang mengajarkan anak-anak menjadi profesor atau arsitek, tetapi mengajak mereka belajar berpikir dan menyelesaikan masalah,” jelasnya.

Setelah sesi materi, para peserta mengikuti praktik penyusunan STEM Quartet, yakni kerangka perencanaan pembelajaran STEM yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan jenjang kelas masing-masing. Melalui kegiatan ini, guru diajak merancang pembelajaran yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik.

Di akhir kegiatan, Ustazah Vita berharap SD Muhammadiyah 1 Menganti dan SMP Muhammadiyah 15 Menganti mampu menjadi nuclei school atau sekolah inti dalam pengembangan pembelajaran STEM di Kecamatan Menganti.

“Saya berharap SD Muhammadiyah 1 Menganti dan SMP Muhammadiyah 15 Menganti menjadi nuclei school untuk pembelajaran STEM di Kecamatan Menganti,” pungkasnnya.

Melalui workshop ini, Sekolah Kreatif Menganti menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan kompetensi guru. Diharapkan, penerapan STEM mampu menciptakan proses belajar yang lebih bermakna sekaligus membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21 yang relevan dengan tantangan masa depan. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 02/08/2026 20:55
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu