Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

HUT ke-81 RI, UMM Serukan Solidaritas untuk NTT dan Aksi Nyata Kampus bagi Bangsa

Iklan Landscape Smamda
HUT ke-81 RI, UMM Serukan Solidaritas untuk NTT dan Aksi Nyata Kampus bagi Bangsa
Rektor UMM Prof Nazaruddin Malik menjadi inspektur upacara HUT ke-81 RI. Foto: UMM
pwmu.co -

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak berhenti sebagai seremoni. Upacara di Helipad UMM, Senin (17/8/2026), menjadi momentum bagi kampus untuk menegaskan peran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan bangsa, termasuk merespons bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si, mengajak seluruh sivitas akademika memaknai kemerdekaan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kebanggaan sebagai institusi pendidikan harus diwujudkan dalam kerja yang memberi manfaat bagi bangsa,” katanya. Pesan itu disampaikan Nazar dalam suasana keprihatinan atas gempa yang melanda NTT pada Sabtu sebelumnya.

Nazar menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat terdampak, khususnya warga Flores. Sebagai bentuk solidaritas, Nazar juga mengenakan busana khas Nusantara Timur saat mengikuti upacara.

“Indonesia adalah bangsa majemuk. Pada dasarnya nonkomplementer, laksana air dan minyak. Tetapi bangsa Indonesia yang majemuk itu dapat bersatu karena ada nilai yang mempersatukan, yaitu Pancasila,” ujarnya.

Menurut Nazar, kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga mengandung tanggung jawab untuk membangun kesejahteraan bersama.

Bencana di NTT, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa solidaritas kebangsaan tidak boleh berhenti pada simpati. Solidaritas harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata.

“Indonesia merupakan milik bersama. Karena itu, kemerdekaan tidak semestinya dimaknai hanya sebagai kebebasan dari penjajahan, tetapi juga sebagai tanggung jawab untuk membangun kesejahteraan bersama,” tegasnya.

Nazar menempatkan perguruan tinggi sebagai salah satu kekuatan penting dalam pembangunan Indonesia. Kampus, menurut dia, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan.

Perguruan tinggi harus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, teknologi, dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Karena itu, UMM mendorong penguatan kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, pemerintah daerah, lembaga riset, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pengetahuan yang dikembangkan di kampus dapat diterjemahkan menjadi solusi konkret.

“Harapan itu ada di pundak seluruh sivitas akademika. Kita semua adalah bagian dari perjuangan,” katanya.

SMPM 5 Pucang SBY

Tanggung jawab tersebut, lanjut Nazar, melekat pada seluruh unsur perguruan tinggi. Mulai dari pimpinan, guru besar, dosen, peneliti, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Setiap unsur memiliki peran berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama: memastikan perguruan tinggi memberi manfaat bagi kemajuan Indonesia.

Menjadi Navigator Perubahan

Semangat tersebut kemudian dikaitkan dengan tema “UMM Organization Builders 1964–2026”. Nazar menilai perubahan yang berlangsung cepat menuntut organisasi memiliki kemampuan membaca situasi, menentukan arah, mengambil keputusan, dan menerjemahkan visi menjadi aksi.

Dalam konteks itu, sivitas akademika UMM diposisikan sebagai navigator. Mereka dituntut mampu membangun tim yang adaptif, menjaga integritas, sekaligus menciptakan lingkungan yang memungkinkan setiap orang memberikan kontribusi terbaik.

Semangat tersebut juga sejalan dengan gagasan mendiang Prof. Dr. H.A. Malik Fadjar, M.Sc., yang pernah mendorong UMM menjadi kampus yang “bersih, aman, cerdas, dan mengasyikkan”.

Bagi UMM, nilai tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembenahan kehidupan internal kampus. Lebih jauh, nilai itu menjadi modal untuk menghadapi perubahan dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Dengan demikian, peringatan kemerdekaan di UMM diarahkan menjadi pengingat bahwa kampus memiliki tanggung jawab kebangsaan.

Ilmu pengetahuan, inovasi, dan sumber daya manusia yang dimiliki perguruan tinggi harus bergerak keluar dari ruang akademik dan hadir untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.

Usai upacara, rangkaian HUT RI ke-81 di UMM dilanjutkan dengan parade kostum menuju Dome UMM, pemberian sejumlah penghargaan, program umrah bagi pensiunan, serta berbagai lomba dan kegiatan kebersamaan bagi sivitas akademika. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 17/08/2026 12:55
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu