Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jamaah Muhammadiyah Takerharjo Gowes ke WBL, Kampanyekan Kepedulian terhadap Lingkungan

Iklan Landscape Smamda
Jamaah Muhammadiyah Takerharjo Gowes ke WBL, Kampanyekan Kepedulian terhadap Lingkungan
Jamaah Muhammadiyah Takerharjo Gowes ke WBL, Kampanyekan Kepedulian terhadap Lingkungan
pwmu.co -

Jamaah Muhammadiyah Takerharjo menggelar kegiatan bersepeda menuju Wisata Bahari Lamongan (WBL), Ahad (5/7/2026). Gowes yang dimulai pukul 05.00 hingga 08.00 WIB tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi media mengampanyekan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Rombongan dipimpin H. Kunawi dengan peserta antara lain H. Mahmud, H. Saifudin Zuhri, H. Mushlihin, Yusni Rubiyanto, Miftahul Huda, Nurul Amin, Sholihul Anam, M. Ridwan, Nur Amin, Agus Veri Himmawan, Amiril Mukminin Himmawan, Khusairi, dan Dwi Sucahyono.

Menurut jamaah, bersepeda merupakan salah satu bentuk transportasi ramah lingkungan yang dapat mengurangi polusi.

“Bersepeda adalah bentuk transportasi ramah lingkungan yang mengurangi polusi, mencerminkan nilai Islam yang peduli terhadap kelestarian alam dan kemaslahatan umat,” ungkap salah seorang peserta.

Selain berolahraga, jamaah juga menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum refleksi terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Mereka terinspirasi oleh penafsiran yang dinisbatkan kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq mengenai kerusakan di darat dan laut. Dalam pemahaman tersebut, darat dimaknai sebagai lidah, sedangkan laut dimaknai sebagai hati.

Menurut jamaah, lidah dan hati merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Apabila keduanya rusak, maka perilaku seseorang juga akan ikut rusak. Sebaliknya, hati yang baik akan melahirkan perilaku yang baik pula.

Mereka juga memaknai hati seperti lautan yang luas dan dalam sehingga harus senantiasa dijaga kebersihannya.

Sebelum memulai perjalanan, jamaah berkumpul di Masjid Ar Rayyan Takerharjo. Mereka bersuci, berdoa, serta berinfak masing-masing sebesar Rp10 ribu.

Salah seorang jamaah mengingatkan pentingnya berbagi kepada sesama.

“Harta saya adalah apa yang telah saya infakkan, sedangkan yang saya simpan adalah harta ahli waris,” tuturnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Usai berdoa menaiki kendaraan sesuai sunah, rombongan melintasi Banyubang, Dagan, Banjarwati, Kranji, hingga Tunggul sebelum memasuki kawasan Wisata Bahari Lamongan.

Selama perjalanan, jamaah berupaya menjaga lisan dengan hanya mengucapkan hal-hal yang baik dan bermanfaat serta menjauhi perbuatan maksiat dan perkara yang diharamkan.

Menurut mereka, hati yang lembut akan lebih mudah menerima nasihat, sedangkan pikiran yang jernih akan semakin mampu mengagumi kebesaran ciptaan Allah SWT.

Setelah bersepeda, rombongan menikmati sarapan nasi bungkus beralas daun pisang yang disiapkan Miftahul Huda di sekitar kawasan wisata religi Sunan Drajat. Menu yang disajikan berupa ikan bandeng.

“Hukum memakan ikan bandeng dalam Islam adalah halal. Sebagai hewan air, bangkai ikan bandeng tidak najis dan tidak perlu disembelih,” ujar Miftahul Huda.

Di tengah kegiatan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Takerharjo mengabarkan bahwa salah seorang warga Muhammadiyah Takerharjo meninggal dunia.

Mendengar kabar tersebut, rombongan segera mengakhiri kegiatan dan kembali melalui jalur Mertani. Setibanya di Takerharjo, para jamaah langsung bersiap membantu proses penyelenggaraan jenazah.

Mereka memandikan jenazah, mengafani, menyalatkan, hingga mengantarkan ke pemakaman sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan kepada sesama warga Muhammadiyah.

Revisi Oleh:
  • Satria - 07/07/2026 14:28
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu