Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebomas kembali menggelar Kajian Ahad Pagi, Minggu (19/04/2026).
Kegiatan yang bertempat di Masjid At-Taqwa Perguruan Muhammadiyah Giri Kebomas itu menghadirkan dr Ahmad Nurdin SpP sebagai penceramah.
dr Nurdin, panggilan dr Ahmad Nurdin SpP, membawakan kajian dengan tema “Kematian, Tinjauan Syariat dan Medis”.
Proses Kelahiran dalam Islam
Dokter spesiais paru RS Muhammadiyah Gresik itu mengawali kajiannya dengan proses kelahiran dalam surah Al Mu’minun ayat 12-16.
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari Kiamat”
Pada kajian yang terhelat bertepatan dengan 1 Dzulqo’dah 1447 Н itu, dr Nurdin mengungkapkan tentang peristiwa kematian mendadak atau sudden dead dalam istilah medis.
“Ciri fisik orang yang mengalami peristiwa ini dapat dikenali dari Organ jantung, paru dan batang otak yang sudah tidak berfungsi’ paparnya.
Biasanya, sebut dr Nurdin, kematian ini terjadi pada orang yang meminum obat tidur berlebihan, penderita jantung, dan penderita dehidrasi.
Terminal Lucidity
Adapula yang disebut dalam dunia medis Terminal lucidity yaitu fenomena membaiknya ingatan dan kesehatan seseorang secara tidak terduga sesaat sebelum meninggal.
“Fenomena ini umumnya terjadi pada pasien yang menderita gangguan otak parah, seperti stroke dan tumor otak” ujarnya.
Lebih lanjut, dr Nurdin menceritakan bahwa seseorang mungkin pernah mendengar atau bahkan menyaksikan sendiri seseorang yang terlihat sudah tidak berdaya atau dalam kondisi kritis.
“Tiba-tiba tampak sehat dan bersikap seakan-akan tidak pernah sakit, misalnya bisa berbicara dengan lancar atau bahkan bergerak. Namun setelah itu meninggal dunia” terangnya.
Dalam syariat, dr Nurdin mengungkap agar saudara, keluarga kita mendapatkan meninggal dalam keadaan Husnul khatimah, kita diperintahkan untuk mentalqinkan sebelum seseorang meninggal. Yaitu dengan membisikkan, memberi pengertian, menguatkan kalimat Laailaaha illallah.
Di saat Malaikat Maut Isroil datang, sambung dr Nurdin, sebelum seseorang meninggal dunia, seseorang akan ditunjukkan tempatnya di akhirat dan dapat menyaksikan jalannya ruhnya dicabut.
Di akhir kajian dr Nurdin membuka sesi tanya jawab, ketua takmir Masjid At Taqwa Giri, H Agus Wahyudi menanyakan kondisi mata dan telinga orang dalam keadaan syakarotul maut seperti yang diterangkan tadi.
dr Nurdin menegaskan kebenaran ketajaman mata dan telinga dikuatkan Allah di saat akan meninggal. Sehingga ia mampu melihat sebagaimana penjelasannya tadi.
dr Nurdin menegaskan manusia seyogyanya melakukan kebaikan dan amal shalih, memaafkan diri sendiri dan orang lain sebelum Allah memerintahkan Malaikat Izroil menjemput ruh kita dan menjadikan masa kehidupan manusia di dunia berakhir.





0 Tanggapan
Empty Comments