
‘Keajaiban’ Sabun
Mahasiswi Jurusan Farmasi itu menambahkan sabun yang dikembangkan memiliki banyak manfaat bagi kulit. Tidak hanya membersihkan tangan, tapi juga dapat melembabkan dan mencerahkan kulit. “Produk ini tidak hanya menggunakan ekstrak daun jambu air, namun juga terdapat minyak zaitun yang menjadi bahan campuran sekaligus menambah manfaat yang diberikan,” ungkapnya, soal manfaat atau ‘keajaiban’ sabun.
Menariknya, sabun ini cukup tipis dan bisa dikatakan sebagai paper soap. Selain itu juga tidak memberikan dampak buruk pada lingkungan, mengingat bahan-bahan yang digunakan berasal dari alam.
“Pembuatan sabun tentu tak lepas dari bahan texapon yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS). Bahan ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Maka dari itu, pada pembuatan sabun ini, kami hanya menggunakan konsentrasi kadar rendah sehingga tidak banyak berdampak buruk. Sekaligus untuk memaksimalkan manfaat dari kandungan ekstrak daun jambu air tersebut,” jelasnya.
Aisyiah Apriliano berharap pada para pelaku industri dan inovator lain untuk lebih melirik produk berbahan dasar alami sebagai bahan utama. Dengan begitu, angka penggunaan senyawa berbahaya dapat dikurangi dan tidak berdampak buruk pada bumi.
“Indonesia kita ini memiliki potensi alam yang sangat melimpah. Sayang kalau tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Perlu adanya gerakan masif untuk memanfaatkannya dalam jangka panjang,” pesannya. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni





0 Tanggapan
Empty Comments