Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) Kelompok 20 Desa Brengkok menggelar Seminar UMKM bertajuk “Dari Desa Menuju Pasar Digital” di Balai Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja KKN UMLA Kelompok 20 dalam mendorong pengembangan dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Brengkok agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memanfaatkan peluang pasar digital.
Seminar yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut menyasar Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah Brengkok dan Pimpinan Ranting Fatayat NU Brengkok.
Dalam kegiatan tersebut, KKN UMLA Kelompok 20 turut mengundang Muhammad Ridho Jundiansyah sebagai pemateri. Kehadiran pemateri diharapkan dapat memberikan wawasan kepada peserta mengenai strategi pengembangan UMKM di tengah perkembangan teknologi digital.
Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM di tengah perkembangan ekonomi digital.
Materi yang disampaikan mencakup peluang UMKM di era digital, strategi pemasaran online melalui media sosial dan marketplace, branding dan kemasan produk yang menarik, hingga manajemen keuangan sederhana untuk UMKM.
Peserta juga mendapatkan tips dan trik untuk mengembangkan usaha agar mampu menembus pasar digital.
Perkembangan teknologi membuat pemasaran produk tidak lagi terbatas pada lingkungan sekitar. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan media sosial dan berbagai platform digital untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.
Melalui kegiatan tersebut, KKN UMLA Kelompok 20 berupaya memberikan wawasan kepada peserta agar mampu melihat digitalisasi sebagai peluang untuk mengembangkan usaha.
Tidak hanya memberikan materi, KKN UMLA Kelompok 20 juga menghadirkan inovasi berupa aplikasi penghitung Harga Pokok Produksi (HPP) dan aplikasi editing gambar produk yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM.
Aplikasi penghitung HPP diberikan untuk membantu pelaku usaha menghitung biaya produksi secara lebih praktis. Dengan mengetahui HPP, pelaku UMKM dapat memiliki gambaran mengenai biaya yang dikeluarkan dalam menghasilkan suatu produk sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan harga jual.
Sementara itu, aplikasi editing gambar produk diberikan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas visual produk sebelum dipasarkan melalui media sosial maupun marketplace.
Melalui kedua aplikasi tersebut, KKN UMLA Kelompok 20 berupaya memberikan solusi praktis yang dapat langsung dimanfaatkan peserta dalam mengembangkan usaha mereka.
KKN UMLA Kelompok 20 tidak hanya menekankan pentingnya pemasaran digital, tetapi juga memberikan perhatian terhadap aspek branding, kemasan, dan pengelolaan keuangan.
Branding dan kemasan yang menarik menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan daya tarik produk di tengah persaingan pasar. Sementara itu, pencatatan dan perhitungan biaya produksi diperlukan agar pelaku UMKM dapat mengetahui kondisi usaha dan menentukan harga jual secara lebih terarah.
Koordinator Desa (Kordes) KKN UMLA Kelompok 20, Haris Imaduddin, mengatakan seminar tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan kontribusi terhadap pengembangan potensi ekonomi masyarakat Desa Brengkok.
“Kami ingin mendorong pelaku UMKM di Desa Brengkok agar tidak hanya mengandalkan pemasaran secara konvensional. Perkembangan digital memberikan banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk,” ujarnya.
Haris menjelaskan bahwa pemberian aplikasi menjadi salah satu bentuk tindak lanjut dari materi yang disampaikan dalam seminar.
“Kami tidak ingin kegiatan ini hanya berhenti pada penyampaian materi. Karena itu, kami memberikan aplikasi penghitung HPP dan aplikasi editing gambar produk agar peserta bisa langsung mempraktikkan dan memanfaatkannya untuk mendukung usaha mereka,” tambahnya.
Menurut Haris, kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi salah satu hal penting bagi pelaku UMKM dalam menghadapi persaingan pasar saat ini.
“Harapannya, setelah mengikuti seminar ini, peserta dapat mulai menerapkan ilmu yang diperoleh, baik dalam pemasaran, branding, kemasan, pengelolaan keuangan, maupun pemanfaatan aplikasi yang kami berikan,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan seminar. Audiensi mengikuti materi yang disampaikan dengan aktif, terutama ketika pemateri membahas strategi pemasaran digital, pengelolaan usaha, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung perkembangan UMKM.
Salah satu audiensi, Juwati, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam mengembangkan usaha.
“Saya sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena materi yang disampaikan sangat bermanfaat. Terutama tentang pemasaran digital dan bagaimana membuat produk kita lebih menarik untuk dipasarkan,” ujar Juwati.
Juwati juga mengapresiasi adanya aplikasi penghitung HPP dan aplikasi editing gambar produk yang diberikan oleh KKN UMLA Kelompok 20.
“Adanya aplikasi ini sangat membantu, terutama untuk menghitung HPP dan membuat foto produk menjadi lebih menarik. Jadi kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga mendapatkan alat yang bisa langsung digunakan,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan materi yang lebih beragam sehingga dapat membantu masyarakat, khususnya pelaku UMKM, untuk terus mengembangkan usahanya.
“Semoga kegiatan seperti ini terus ada, karena sangat membantu kami untuk mendapatkan pengetahuan baru dan lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha,” tuturnya.
Seminar UMKM ini menjadi ruang bagi peserta untuk memahami bahwa pengembangan usaha dapat dimulai dari potensi yang ada di desa.
Produk-produk UMKM Desa Brengkok memiliki peluang untuk dikenal lebih luas apabila didukung dengan strategi pemasaran, branding, visual produk, serta pengelolaan keuangan yang tepat.
KKN UMLA Kelompok 20 berharap pemberian aplikasi tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku UMKM. Aplikasi penghitung HPP diharapkan membantu pelaku usaha dalam menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual, sedangkan aplikasi editing gambar dapat mendukung promosi produk di berbagai platform digital.
Melalui kegiatan ini, KKN UMLA Kelompok 20 berupaya menggabungkan edukasi, pemanfaatan teknologi, dan praktik langsung agar pelaku UMKM tidak hanya memahami pentingnya digitalisasi, tetapi juga memiliki alat yang dapat digunakan dalam menjalankan usahanya.
Selain memberikan pengetahuan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan serta mendorong pelaku UMKM untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produknya.
Melalui semangat “Dari Desa, Kita Berkarya untuk Indonesia Mendunia”, KKN UMLA Kelompok 20 berupaya menjadikan digitalisasi sebagai salah satu jalan bagi UMKM Desa Brengkok untuk berkembang, meningkatkan daya saing, dan menjangkau pasar yang lebih luas.





0 Tanggapan
Empty Comments