Suasana berbeda tampak usai salat Dhuha berjamaah di Hall Lantai 3 SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Selasa (4/8/2026). Alih-alih langsung kembali ke kelas, puluhan anggota Student Lighthouse Team (SLhT) yang tergabung dalam IPM KIDS Bidang Kajian Dakwah Islam (KDI) membentuk lingkaran kecil untuk menggelar rapat evaluasi tepat pukul 09:00 WIB.
Kegiatan itu bukan sekadar membahas pelaksanaan salat berjamaah, tetapi menjadi laboratorium kepemimpinan yang melatih siswa belajar mengevaluasi, menyampaikan pendapat, dan mencari solusi bersama.
Ketua Bidang Kajian Dakwah Islam (KDI), Aisyah Zakiyah, mengawali pertemuan dengan mengajak seluruh anggota melakukan refleksi terhadap pelaksanaan tugas Laskar Masjid selama sepekan terakhir.
“Bidang KDI dan Laskar Masjid, mari kita evaluasi bersama Ustaz Taufik. Kita lihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang perlu kita perbaiki bersama,” ajak Aisyah kepada seluruh pengurus.
Ajakan tersebut langsung disambut antusias. Para leader yang selama sepekan bertugas mengawal pelaksanaan salat Dhuha diberi kesempatan menyampaikan hasil pengamatan mereka. Evaluasi dipandu oleh Allisha Naifa, anggota KDI sekaligus salah satu leader Laskar Masjid.
“Hari ini kita belajar menyampaikan pendapat dengan baik. Semua masukan menjadi bahan perbaikan agar pelayanan kita kepada teman-teman semakin maksimal,” ujar Allisha saat membuka forum.
Leader Wudhu, Alika Sabrina Adeleo, mengingatkan bahwa kualitas ibadah dimulai sejak proses bersuci.
“Leader wudhu harus memastikan setiap teman berwudhu dengan sempurna. Kalau ada yang masih terburu-buru atau ada anggota wudhu yang belum terkena air, kita wajib mengingatkannya dengan cara yang baik,” kata Alika.
Sementara itu, Adofo Subrata, Leader Shaf Salat, menekankan pentingnya disiplin dalam menjaga kerapian barisan salat.
“Leader shaf harus memastikan barisan tetap rapi dan tertib. Setelah salat selesai, pengumpulan Al-Qur’an juga harus dipastikan tidak ada yang tertinggal sehingga semuanya berjalan lebih teratur,” jelasnya.
Masukan juga datang dari Muhammad Nakula, Leader Dzikir. Menurutnya, pendampingan kepada jamaah tidak berhenti ketika salat selesai.
“Petugas yang berada di setiap barisan perlu memastikan semua teman mengikuti doa dan dzikir bersama. Jangan sampai ada yang mengobrol atau hanya diam. Kita ingin seluruh siswa merasakan kebersamaan dalam beribadah,” tuturnya.
Pendidikan Karakter
Pendamping KDI, Taufik, S.Sos.I., menilai forum evaluasi tersebut merupakan bagian penting dari pendidikan karakter. Menurutnya, siswa tidak hanya belajar menjadi peserta ibadah, tetapi juga belajar memimpin dan melayani.
“Saya mengapresiasi seluruh leader yang sudah menjalankan amanahnya dengan baik. Evaluasi seperti ini mengajarkan kalian untuk berani menyampaikan pendapat, menerima masukan, sekaligus mencari solusi bersama. Inilah proses belajar yang sesungguhnya,” ujarnya.
Taufik menambahkan, keberadaan Laskar Masjid telah berkembang menjadi ruang praktik kepemimpinan yang nyata bagi para siswa.
“Laskar Masjid adalah laboratorium karakter sekaligus laboratorium kepemimpinan. Di sini kalian belajar disiplin, bertanggung jawab, berkomunikasi, melayani, dan menjadi teladan. Pengalaman seperti ini akan menjadi bekal yang sangat berharga ketika kelak memimpin di masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap budaya evaluasi terus dipertahankan karena menjadi bagian dari pembelajaran yang tidak selalu diperoleh di dalam kelas.
“Sekolah bukan hanya tempat mencari ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membentuk karakter. Ketika anak-anak dibiasakan mengevaluasi diri dan memperbaiki pelayanan kepada orang lain, saat itulah pendidikan karakter benar-benar hidup,” pungkas Taufik.
Melalui forum evaluasi rutin yang dipimpin langsung oleh para siswa, SD Muhammadiyah 16 Surabaya menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak hanya diajarkan melalui teori. Setiap selesai salat berjamaah, para anggota Laskar Masjid berlatih menjadi pemimpin yang mampu mendengar, mengarahkan, mengevaluasi, sekaligus memberikan teladan. Dari ruang sederhana seusai ibadah itulah lahir laboratorium kepemimpinan yang membentuk generasi berkarakter dan berakhlak mulia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments