Mengawali Tahun Ajaran 2026/2027, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PDM Ponorogo menggelar rapat koordinasi bersama kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Ponorogo. Agenda ini berlangsung pada pada Rabu (5/8/2026) di Aula PDM Ponorogo.
Pertemuan tersebut menjadi momentum menyatukan langkah untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan sekaligus memperkuat komitmen dalam membina peserta didik.
Pengembangan Seluruh Potensi
Dalam sambutannya, Ketua PDM Ponorogo Bidang Pendidikan, Drs. Abidin Cahyono, M.Si, mengingatkan bahwa setiap anak yang hadir di lembaga pendidikan telah membawa potensi dan fitrah yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tugas pendidik bukan sekadar mengajar, tetapi juga mengembangkan seluruh potensi tersebut agar tumbuh secara seimbang.
“Setiap anak membawa empat fitrah utama, yaitu fitrah agama, fitrah hati, fitrah akal, dan fitrah jasmani. Lembaga pendidikan harus mampu mengolah dan mengarahkan keempat fitrah tersebut sehingga anak-anak berkembang sesuai dengan potensi yang telah Allah titipkan,” ungkapnya.
Abidin juga mengajak seluruh kepala sekolah dan madrasah untuk meneladani sosok Muslimah, guru yang dikenal melalui kisah Laskar Pelangi. Menurutnya, ketulusan seorang pendidik mampu mengalahkan berbagai keterbatasan yang dimiliki sebuah lembaga.
“Kisah Bu Muslimah membuktikan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana bukan alasan untuk berhenti memberikan pendidikan terbaik. Justru dengan keikhlasan dan dedikasi, lahir generasi-generasi hebat yang memberi manfaat bagi bangsa,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Ponorogo, Dr. Bambang Harmanto, M.Pd, mengajak seluruh peserta melakukan refleksi terhadap hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Menurutnya, evaluasi menjadi langkah penting untuk menentukan strategi pengembangan sekolah dan madrasah ke depan.
“Lembaga yang mengalami peningkatan jumlah peserta didik jangan cepat berpuas diri. Pertahankan bahkan terus tingkatkan kualitas layanan. Sebaliknya, lembaga yang mengalami penurunan harus berani mengevaluasi penyebabnya, kemudian bersama-sama mencari solusi yang tepat,” pesannya.
Tertib Administrasi
Selain membahas evaluasi PPDB, Bambang juga menekankan pentingnya tertib administrasi di seluruh amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan. Ia mengingatkan agar setiap sekolah dan madrasah memperhatikan ketepatan administrasi dalam pengajuan surat keputusan (SK), mutasi guru dan tenaga kependidikan, hingga penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) lembaga.
Rapat koordinasi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Para kepala sekolah dan madrasah juga diberikan kesempatan berdiskusi secara terbuka mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di masing-masing lembaga, mulai dari penguatan mutu pendidikan, pengelolaan sumber daya manusia, hingga strategi meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah dan madrasah Muhammadiyah.
Melalui rapat koordinasi ini, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Ponorogo berharap seluruh sekolah dan madrasah Muhammadiyah memiliki arah gerak yang semakin selaras, memperkuat budaya pelayanan kepada peserta didik, serta terus menghadirkan pendidikan yang unggul, berkemajuan, dan mampu menumbuhkan generasi yang berkembang sesuai fitrahnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments