Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

LPCR PM PWM Jatim Dorong Sinergi Cabang, Ranting, dan Masjid melalui Regional Meeting Cluster Tapal Kuda

Iklan Landscape Smamda
LPCR PM PWM Jatim Dorong Sinergi Cabang, Ranting, dan Masjid melalui Regional Meeting Cluster Tapal Kuda
Dr. Hasan Ubaidilah, SE., MM., sedang menyampaikan materi. (Bambang Adam Malik/PWMU.CO)
pwmu.co -

Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur mendorong penguatan sinergi antara cabang, ranting, dan masjid sebagai fondasi utama dakwah Persyarikatan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Regional Meeting ke-2 Cluster Tapal Kuda yang digelar di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Fatimah Banyuwangi, Ahad (26/7/2026).

Regional Meeting menjadi forum konsolidasi bagi pimpinan Muhammadiyah di wilayah Tapal Kuda untuk memperkuat koordinasi organisasi sekaligus menyusun langkah strategis dalam pengembangan cabang, ranting, dan pembinaan masjid.

Kegiatan diikuti jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) yang membidangi LPCR PM, ketua dan sekretaris LPCR PM PDM, serta pimpinan cabang dari Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, dan Kota Probolinggo.

Hadir sekaligus membuka kegiatan Wakil Ketua PWM Jawa Timur yang membidangi LPCR PM, Dr. Moh. Sulthon Amien, M.M. Turut hadir Ketua LPCR PM PWM Jawa Timur Dr. Hasan Ubaidilah, S.E., M.M., beserta jajaran pengurus.

Dalam sambutannya, Moh. Sulthon Amien menegaskan pentingnya memperkuat cabang, ranting, dan masjid sebagai ujung tombak dakwah Muhammadiyah.

“Kemajuan Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh besarnya amal usaha, tetapi juga oleh kuatnya cabang, ranting, dan masjid sebagai basis gerakan. Karena itu, sinergi seluruh unsur Persyarikatan harus terus diperkuat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LPCR PM PWM Jawa Timur, Dr. Hasan Ubaidilah, memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi organisasi di tingkat akar rumput. Menurutnya, masih terdapat ketimpangan antara perkembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dengan penguatan cabang dan ranting.

Ia juga menyoroti fungsi masjid yang di sejumlah daerah masih sebatas tempat pelaksanaan ibadah rutin dan belum berkembang optimal sebagai pusat pembinaan jamaah maupun pemberdayaan masyarakat.

SMPM 5 Pucang SBY

“Organisasi yang kuat bukanlah organisasi yang besar semata, melainkan organisasi yang mampu merespons dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan,” tegas Hasan Ubaidilah.

Menurutnya, penguatan organisasi harus dimulai melalui penyusunan program yang saling terintegrasi antara cabang, ranting, dan masjid sehingga setiap potensi yang dimiliki Muhammadiyah dapat saling mendukung.

Ia menambahkan bahwa pengembangan AUM juga perlu dihubungkan dengan aktivitas cabang dan ranting agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat sekaligus memperkuat basis dakwah Persyarikatan.

Pada sesi penutup, Hasan Ubaidilah kembali mengingatkan bahwa kekuatan Muhammadiyah bertumpu pada konsistensi menjaga nilai-nilai perjuangan.

“Muhammadiyah adalah gerakan. Substansi sebuah gerakan adalah nilai yang terus diulang dan diamalkan. Organisasi akan tetap kuat apabila istiqamah merawat nilai-nilai kebaikan sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya.

Melalui Regional Meeting ke-2 Cluster Tapal Kuda ini, LPCR PM PWM Jawa Timur berharap terbangun koordinasi yang semakin solid di seluruh wilayah Tapal Kuda, sehingga cabang, ranting, dan masjid mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai pusat dakwah, pembinaan jamaah, dan penguatan Persyarikatan Muhammadiyah. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 28/07/2026 15:51
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu