Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Membuka Peluang Studi Global, Siswa smamda Dibekali Strategi Kuliah di Luar Negeri

Iklan Landscape Smamda
Membuka Peluang Studi Global, Siswa smamda Dibekali Strategi Kuliah di Luar Negeri
Sosialisasi Perguruan Tinggi 5 Benua bersama di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. (Ari Hardianto/PWMU.CO)
pwmu.co -

Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri kini menjadi peluang yang semakin terbuka bagi generasi muda. Beragam pilihan kampus, program beasiswa, serta jalur pendidikan internasional dapat menjadi alternatif bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan memperluas pengalaman akademik di tingkat global.

Sebagai upaya memperluas wawasan siswa mengenai pendidikan internasional, SMA Muhammdiyah 2 Surabaya (Smamda) menyelenggarakan sosialisasi studi perguruan tinggi luar negeri bersama MGE pada Selasa, (4/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–11.30 WIB di lantai 2 Smamda Tower tersebut diikuti oleh siswa dan siswi kelas X.1 hingga X.5 serta beberapa perwakilan siswa dari kelas lain.

Kegiatan ini menghadirkan H. Muhammad Zakariya Panatagama, M.Sc. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai peluang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri, mulai dari pilihan negara dan universitas, jalur pendaftaran, hingga peluang memperoleh beasiswa.

Mengawali materi, H. Muhammad Zakariya Panatagama, M.Sc. menjelaskan bahwa peluang melanjutkan studi ke luar negeri semakin terbuka. Menurutnya, banyak negara menawarkan pendidikan berkualitas sekaligus beasiswa bagi mahasiswa internasional. Ia juga menyampaikan bahwa laju kenaikan biaya pendidikan di dalam negeri mencapai sekitar 15–20 persen sehingga siswa perlu mulai mempertimbangkan berbagai alternatif pendidikan tinggi, termasuk di luar negeri.

Berbekal pengalaman sebagai alumni perguruan tinggi di Timur Tengah, ia memperkenalkan sejumlah negara yang menyediakan peluang beasiswa penuh, seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Setiap perguruan tinggi memiliki kualifikasi dan persyaratan yang berbeda sehingga siswa perlu melakukan riset secara mendalam sebelum menentukan negara maupun kampus tujuan.

Selain di Timur Tengah, peluang studi juga tersedia di berbagai kawasan dunia. Di Benua Eropa, Rusia menjadi salah satu negara tujuan yang menawarkan sejumlah jalur pendidikan, termasuk beberapa program yang tidak mensyaratkan IELTS.

Sementara itu, di Benua Amerika, siswa dapat mempertimbangkan perguruan tinggi seperti University of Toronto dan Columbia University. Adapun di Australia, Monash University menjadi salah satu pilihan dengan persyaratan skor IELTS minimal 6,5 sesuai ketentuan program studi yang dipilih.

“Kami memiliki basis data terkait berbagai program beasiswa menuju perguruan tinggi luar negeri. Data tersebut dapat membantu siswa mengenali peluang serta menentukan program yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pendidikan mereka,” jelas H. Muhammad Zakariya Panatagama, M.Sc.

Ia menjelaskan bahwa secara umum terdapat beberapa jalur dalam proses pendaftaran beasiswa dan perguruan tinggi luar negeri. Pada beberapa program, siswa dapat mendaftarkan beasiswa terlebih dahulu sebelum memilih universitas, sedangkan pada program lainnya siswa harus memperoleh Letter of Acceptance dari universitas terlebih dahulu sebelum mengajukan beasiswa.

SMPM 5 Pucang SBY

Persiapan Pendaftaran

Untuk mendukung proses pendaftaran, terdapat sejumlah dokumen dan capaian yang perlu dipersiapkan. Salah satunya adalah portofolio yang menunjukkan minat dan keseriusan siswa terhadap jurusan yang dipilih melalui prestasi, proyek, organisasi, maupun pengalaman yang relevan. Portofolio tersebut nantinya dapat dikembangkan menjadi bahan penulisan esai.

Selain portofolio, siswa juga perlu mempersiapkan hasil tes kemampuan bahasa Inggris, capaian akademik, serta prestasi dalam berbagai kompetisi. Seluruh dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam proses seleksi perguruan tinggi maupun beasiswa.

Menanggapi pertanyaan mengenai peluang studi luar negeri tanpa mengikuti tes IELTS, H. Muhammad Zakariya Panatagama, M.Sc. menjelaskan bahwa persyaratan tersebut bergantung pada negara, universitas, dan program studi yang dipilih. Ia menyarankan agar siswa yang bercita-cita melanjutkan studi ke Eropa tetap mempersiapkan IELTS karena sebagian besar perguruan tinggi menjadikannya sebagai salah satu syarat penerimaan.

“Jika belum memiliki portofolio, mulailah mempersiapkannya dari sekarang. Sebagian besar program beasiswa mulai membuka pendaftaran pada September hingga Desember. Oleh karena itu, manfaatkan waktu yang ada untuk melengkapi berbagai persyaratan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam melanjutkan studi ke luar negeri adalah memperoleh beasiswa karena persaingannya cukup ketat.

“Program kami berfokus pada pendampingan dan pengarahan bagi siswa yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi luar negeri berdasarkan kebutuhan, potensi, dan tujuan masing-masing siswa,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai peluang studi di luar negeri sekaligus termotivasi untuk mulai mempersiapkan kemampuan akademik, penguasaan bahasa Inggris, portofolio, serta prestasi sejak dini agar mampu bersaing memperoleh beasiswa di perguruan tinggi internasional. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 07/08/2026 20:19
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu