Masjid tidak akan pernah hidup hanya dengan bangunan yang megah atau fasilitas yang lengkap. Masjid akan benar-benar hidup ketika dipenuhi anak-anak muda yang mau hadir, bergerak, dan berkhidmad di dalamnya.
Di tengah zaman yang semakin sibuk dan individualis, pemuda harus kembali menemukan ruang terbaiknya di masjid—tempat belajar, bertumbuh, dan membangun peradaban umat bersama.
Semangat itulah yang tampak dalam agenda silaturahmi antara Masjid Ad-Dakwah Geluran dengan Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran pada Senin (01/06/2026).
Momentum Pererat Ukhuwah serta Diskusi
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah antar pengurus masjid sekaligus ruang diskusi ringan mengenai berbagai pengembangan kegiatan kemasjidan.
Menjelang adzan Maghrib, empat perwakilan dari Masjid Ad-Dakwah Geluran tiba di Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran.
Hadir dalam rombongan tersebut Ketua Takmir Masjid Ad-Dakwah Ustaz Hasnan Rizal ST, bersama tiga generasi muda aktif masjid, yakni Ahmad Yazin, Muhammad Pradana, dan Bagus Setiawan.
Kedatangan mereka disambut hangat oleh perwakilan Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran, Lazuardi Imani P.A. dan Bayu Firdaus.
Suasana keakraban langsung terasa sejak awal pertemuan, seolah memperlihatkan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga rumah besar bagi persaudaraan umat Islam.
Usai melaksanakan Salat Maghrib berjamaah, rombongan melanjutkan kebersamaan dengan menikmati hidangan makan malam dalam program “Makan Gratis Bersama”, salah satu program rutin harian di Masjid Ar-Royyan.
Malam itu, suasana masjid terasa semakin hangat karena di waktu yang sama sejumlah jamaah juga tengah berbuka puasa sunah bersama.
Obrolan santai kemudian berlanjut di lantai dua, tepatnya di area Cafe Kemadjoean. Dalam suasana yang cair namun penuh gagasan, berbagai pembahasan tentang kemasjidan mulai mengalir.
Mulai dari layanan musafir menginap, fasilitas untuk jamaah dan musafir, pengelolaan program masjid, hingga diskusi ringan mengenai persiapan program qurban tahun mendatang.
Inspirasi dari Ad-Dakwah
Bagus Setiawan, yang merupakan Takmir Muda Masjid Ad-Dakwah Geluran, menyampaikan harapannya agar silaturahmi seperti ini dapat terus terjalin dan saling menguatkan antar pengurus masjid.
“Semoga silaturahmi yang saat ini dijalin dapat saling menguatkan dalam keistiqomahan berkhidmad di rumah Allah, serta bersama-sama berlomba dalam kebaikan untuk meraih ridho-Nya” ujarnya.
Sementara itu, Bayu Firdaus dari Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran mengungkapkan bahwa sebelum Masjid Ar-Royyan berdiri, dirinya beberapa kali mengikuti kegiatan di Masjid Ad-Dakwah Geluran.
Menurutnya, semangat anak-anak muda di Ad-Dakwah menjadi salah satu inspirasi yang kemudian dibawa dan diimplementasikan di Ar-Royyan.
“Sebelum Ar-Royyan ini berdiri, saya beberapa kali mengikuti kegiatan di Ad-Dakwah. Semangat anak-anak mudanya sangat luar biasa, dan itu yang kemudian saya bawa serta implementasikan di Ar-Royyan. Selain itu, kegiatan-kegiatan yang dilakukan juga selalu terasa berbeda dibandingkan masjid lain” ungkapnya.
Silaturahmi sederhana tersebut seakan menjadi pengingat bahwa masa depan masjid sangat bergantung pada hadirnya generasi muda di dalamnya.
Ketika pemuda mulai aktif memikirkan program, pelayanan jamaah, hingga membangun suasana masjid yang hangat dan terbuka, maka masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pergerakan umat.
Sudah saatnya anak muda tidak sekadar datang ke masjid saat salat saja, melainkan ikut mengambil peran, menghidupkan kegiatan, dan menjadi bagian dari masa depan dakwah Islam.





0 Tanggapan
Empty Comments