Berbagai capaian yang diraih Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, S.K.M., M.Kes., saat menghadiri Wisuda ke-47 Umsida sesi ketiga di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus 1 Umsida, Ahad (28/6/2026).
Dalam sambutannya, Fenny menyampaikan bahwa berbagai prestasi yang diraih Umsida menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, kontribusi perguruan tinggi tersebut semakin penting di tengah upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Apresiasi yang luar biasa untuk Umsida karena prestasinya sudah tidak bisa dihitung lagi. Umsida adalah kebanggaan Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.
Fenny menjelaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu indikator utama dalam Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Oleh karena itu, peningkatan akses dan kualitas pendidikan terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Ia mengungkapkan bahwa rata-rata lama sekolah masyarakat Sidoarjo meningkat dari 10,91 tahun menjadi 10,94 tahun. Meski demikian, menurutnya, capaian tersebut masih perlu ditingkatkan karena rata-rata pendidikan masyarakat belum mencapai jenjang perguruan tinggi.
Selain itu, harapan lama sekolah juga mengalami peningkatan, yakni dari 15,21 tahun menjadi 15,23 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan adanya keinginan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, meskipun belum seluruhnya dapat terwujud.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan akses pendidikan tinggi, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus menjalankan program beasiswa bagi lulusan SMA yang ingin melanjutkan kuliah.
“Alhamdulillah, penerima beasiswa dari Pemkab Sidoarjo yang terbanyak berasal dari Umsida. Kami harap ini dimanfaatkan oleh anak-anak yang berprestasi tetapi belum memiliki kesempatan melanjutkan kuliah,” katanya.
Menurut Fenny, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, proses belajar tidak berhenti ketika seseorang menyelesaikan pendidikan formal, tetapi perlu terus berlanjut dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.
Ia berpesan kepada para wisudawan agar tidak berhenti mengembangkan kemampuan setelah menyelesaikan studi.
“Adik-adik yang hari ini diwisuda jangan merasa cukup. Masih banyak proses pembelajaran yang harus dijalani untuk menjadi generasi emas yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa, negara, dan terutama Kabupaten Sidoarjo,” pesannya.
Lebih lanjut, ia mengajak para lulusan agar mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan dalam bentuk karya dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satu kontribusi yang diharapkan adalah kemampuan menciptakan lapangan pekerjaan sehingga dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Sidoarjo.
“Mari bersama-sama menciptakan lapangan kerja dan membantu menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.
Fenny menjelaskan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Sidoarjo masih menjadi tantangan yang memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan para lulusan menjadi bagian penting dalam mendorong lahirnya inovasi, memperkuat kewirausahaan, serta memperluas kesempatan kerja.
Menutup sambutannya, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk terus bersinergi dengan Umsida dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus pembangunan daerah. Ia berharap para lulusan mampu menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi masyarakat melalui ilmu dan kompetensi yang dimiliki. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments