Ada momen bersejarah pada tahun ajaran 2026/2027 di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang. Dua momen yang mengharukan terjadi di saat yang sama.
Momen pertama, capaian perolehan siswa baru yang mencapai ribuan. Hal ini bukan sekedar angka, namun juga membuktikan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat luas terhadap pendidikan di sekolah ini.
Momen yang tak kalah mengharukan terjadi ketika Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Munali T ST MPd dalam rapat awal ajaran tahun baru, Kamis (16/7/2026).
Rapat yang terlaksana di Auditorium hall Titanium Building itu mengumumkan 5 guru dan karyawan yang sudah memasuki masa purna tugas.
Mereka adalah Drs Catur Sunariadi MPd, Dra Genggong Martikaningsih, Yanen Fredy SS SPd, Dra Sri Puji Lestari dan Afif.
Dulu Sekolah Buangan, Kini Favorit
Dalam sambutan perpisahannya, catur yang telah mengabdi selama 32 tahun ini mengungkapkan kebanggannya terhadap perkembangan SMK Mutu.
“Dulu sekolah ini berdiri di tengah kebun tebu, di cap sebagai ‘sekolah buangan’. Sekarang telah mendapatkan ribuan murid baru dan telah bertransformasi menjadi sekolah kejuruan rujukan nasional yang memiliki gedung SMK tertinggi dan terbaik di Indonesia” kenang Catur.
Dalam kesempatan yang sama, catur memberikan motivasi kepada penerus estafet perjuangan pendidikan di lingkungan sekolah ini agar terus kreatif dan berinovasi mengingat persaingan yang cukup ketat.
Menjadi guru SMK Mutu harus memiliki etos kerja yang besar untuk menghindari zona nyaman. Ia menegaskan untuk tidak menjadi generasi penikmat. “sebesar apapun sekolah jika tidak ada inovasi maka kita akan di tinggalkan oleh customer” tegasnya.
Di akhir sesi, Munali memberikan piagam penghargaan kepada 5 guru karyawan yang telah memasuki masa purna tugas.
Ia juga menyampaikan terimakasih atas dedikasi dan loyalitas yang luar biasa dalam mengemban tugas di sekolah ini.
Harapannya, para guru dan karyawan bisa meniru hal baik dari beliau – beliau dalam memajukan sekolah dan persyarikatan.
Mereka adalah cerminan waktu bagaimana SMK Mutu berkembang from zero to hero. Momen ini mengingatkan kita bahwa akan selalu ada yang datang dan pergi.
Namun kepergian para pelopor ini meninggalkan semangat yang tidak pernah padam hingga masa akhir tugas. Mereka mengajarkan kepada kita semua akan makna hakiki. “Hidup-hidupilah Muhammadiyah jangan pernah mencari hidup di Muhammadiyah” (*)





0 Tanggapan
Empty Comments