Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muhammadiyah Green Movement MLH PP: Respons Insiden Tragis Satwa Langka

Iklan Landscape Smamda
Muhammadiyah Green Movement MLH PP: Respons Insiden Tragis Satwa Langka
Merespons krisis lingkungan dan minimnya edukasi, Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah melaksanakan Muhammadiyah Green Movement wilayah lampung, Minggu (05/07/2026). (DJihadul Mubarok/PWMU.CO).
pwmu.co -

Di tengah maraknya masalah lingkungan serta ancaman terhadap kelestarian satwa endemik, kesadaran masyarakat untuk menjaga keanekaragaman hayati terus dipacu.

Beberapa waktu lalu, seekor tapir yang merupakan satwa langka dan dilindungi undang-undang menjadi korban perburuan liar dan dijadikan makanan rica-rica oleh warga setempat.

Merespons krisis lingkungan dan minimnya edukasi yang memicu konflik satwa dan manusia, Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah melaksanakan kegiatan Muhammadiyah Green Movement wilayah lampung.

Di samping itu, kegiatan ini terlaksana sebagai puncak Hari Lingkungan Hidup berlangsung selama 3 hari, tepatnya Jumat-Minggu (03-05/07/2026).

Kolaborasi dengan Lazismu Pusat

Rangkaian acara antara lain Bimtek Sekolah Adiwiyata, Penanaman Pohon, Sekolah Konservasi dan Pelatihan Kader Lingkungan wilayah Lampung,

Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan kerjasama MLH PP Muhammadiyah dengan Lazismu Pusat. Di mana Lazismu memiliki salah satu program terkait dengan Pilar-pilar Lingkungan.

Lazismu memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mengatasi berbagai permasalahan lingkungan yang semakin kompleks. Dan kegiatan ini didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan.

Kegiatan Bimtek Sekolah Adiwiyata yang terlaksana di Universitas Muhammadiyah Lampung diikuti oleh 50 peserta perwakilan dari sekolah muhammadiyah di lampung.

Adapun Sekolah Adiwiyata ini bertujuan menciptakan sekolah yang Peduli terhadap lingkungan, berperilaku ramah lingkungan dan Menerapkan budaya lingkungan dalam kegiatan sehari-hari.

Acara berlanjut dengan penanaman pohon produktif di area lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Lampung.

Penanaman ini pohon ini dilakukan oleh Sekretaris MLH PP Muhammadiyah Djihadul Mubarok SE MH dan Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung Dr H Dalman MPd.

Kemudian hadir pula Perwakilan Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah Sigit Atmojo MPd, Ketua MLH PWM Lampung dan seluruh peserta Bimtek Sekolah Adiwiyata.

Penanaman ini sebagai langkah kongkrit MLH Muhammadiyah beserta MLH wilayah Lampung dalam Mengurangi dampak perubahan iklim serta penghijauan dan yang paling utamam menjaga bumi dari kerusakan.

SMPM 5 Pucang SBY

Edukasi: Kunci Menyelamatkan Satwa Terancam Punah

Insiden tragis yang menimpa tapir di Silampung menjadi alarm keras bahwa konflik antara manusia dan satwa liar berada di titik kritis.

Kehilangan habitat asli akibat deforestasi memaksa satwa-satwa ini keluar dari hutan dan masuk ke pemukiman warga, di mana mereka justru berakhir tragis.

Melalui Muhammadiyah Green Movement – Pelatihan Kader Lingkungan (PKL) sekolah Konservasi ini, MLH PDM se-Provinsi Lampung, Aisyiyah dan Ortom dibekali dengan materi pengetahuan serta pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Materi tersampaikan oleh Narasumber dari Kementerian Kehutanan RI Sapto Adji Prabowo. Selanjutnya pasca pelatihan ini, peserta Pelatihan Kader Lingkungan (PKL) terjun ke masyarakat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di Lampung perihal bagaimana pentingnya menjaga lingkungan dan pelestarikan keanekaragaman hayati.

“Masyarakat tidak bisa disalahkan sepenuhnya jika mereka belum paham. Di sinilah peran krusial edukasi. Kita butuh aksi nyata untuk memberi tahu mereka bahwa menjaga alam dan memelihara keanekaragaman hayati bukan sekadar tugas pemerintah, MLH Muhammadiyah melainkan tanggung jawab kita bersama untuk bertahan hidup” terang Sapto.

Dengan peristiwa tersebut MLH PP Muhammadiyah menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat Lampung yang wilayahnya berbatasan langsung dengan kawasan hutan tempat bernaungnya satwa-satwa dilindungi seperti gajah, harimau sumatera, dan tapir.”

Selama Pelatihan peserta juga menerima materi terkait Green leadership, Ikhtiar dalam mewujudkan Kepemimpinan berwawasan lingkungan oleh Sekretaris PWM Lampung Drs Ma’ruf Abidin MSi, kemudia materi Pengelolaan Hutan Lestari yang Berkemajuan oleh MLH PP Muhammadiyah Rijal Ramdani PhD.

Tiga Pilar Gerakan Penyelamatan Lingkungan 

Pelatihan intensif ini mengintegrasikan tiga konsep utama untuk menciptakan dampak jangka panjang di tingkat akar rumput. Antara lain:

  • Sekolah Adiwiyata: Menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini di bangku sekolah agar lahir generasi muda Lampung yang peka terhadap isu-isu ekologi.
  • Pelatihan Kader Lingkungan: Membentuk agen perubahan (agent of change) dari masyarakat lokal Lampung yang bertugas mengawasi, mengedukasi, menjaga kelestarian dan mengadvokasi perlindungan satwa di desa mereka.
  • Sekolah Konservasi: Memberikan pembekalan teknis mengenai pemetaan konflik satwa, teknik mitigasi, serta pemulihan habitat atau rumah tempat satwa bernaung.

Fokus utama dari pelatihan ini adalah menyadarkan masyarakat bahwa bumi sedang tidak baik-baik saja. Hewan-hewan seperti tapir, yang berperan penting sebagai penanam pohon alami di hutan melalui biji-bijian yang tersebar dari kotorannya, kini kehilangan rumah tempat mereka bernaung akibat pembukaan lahan masif.

Dengan adanya Bimtek Sekolah Adiwiyata, Pelatihan Kader Lingkungan – sekolah Konservasi dan penanaman Pohon, kolaborasi multisektor ini, semoga tidak ada lagi cerita pilu tentang satwa dilindungi yang berakhir di meja makan.

Kader lingkungan yang telah dilatih kini mengemban misi besar, mengubah pola pikir masyarakat dari pemburu menjadi penjaga, demi kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia di masa depan.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 09/07/2026 13:43
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu