Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng mengusung misi perluasan fungsi tempat ibadah. Masjid Bahagia yang berlokasi di Jalan Makam Peneleh nomor 37 Peneleh, Surabaya. Hal itu dikemukakan saat beraudiensi dengan jajaran Badan Pengurus Lazismu Surabaya, pada Jumat (31/7/2026).
Bertempat di Lantai 2 Gedung Kemanusiaan Lazismu, Jalan Ahcmad Jais, PCM Genteng mendorong Masjid Bahagia Peneleh tidak sekadar menjadi tempat ibadah ritual. Melainkan juga sebagai pusat penanganan masalah sosial yang berkembang di masyarakat.
“Sejak awal PCM Genteng memang punya harapan besar untuk terus bersinergi di berbagai bidang. Terutama bidang kemanusiaan dan pendidikan. Kami ingin Masjid Bahagia ini tidak hanya jadi tempat merawat spiritualitas warga, tapi juga hadir secara nyata merawat sisi sosial kemanusiaan mereka,” terang Sekretaris PCM Genteng, Azmi Izzudin.
Sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), penguatan peran masjid tersebut diseralaskan pada dua pilar utama persyarikatan. Yakni bidang kemanusiaan dan pendidikan. Langkah ini diambil untuk memastikan keberadaan tempat ibadah memberi dampak langsung bagi kesejahteraan warga di wilayah kecamatan Genteng dan sekitarnya.
Azmi mengungkapkan penataan ini sudah menjadi agenda prioritas organisasi sejak lama dan sudah beberapa langkah yang dirintis. Menurutnya, potensi keberadaan tempat ibadah harus dimaksimalkan untuk merespons persoalan sosial masyarakat. Terlebih di masyarakat urban-perkotaan, tempat Masjid Bahagia berlokasi.
“Harapan kami sederhana tapi penting: Masjid Bahagia jangan berhenti di ibadah ritual saja. Tempat ini harus betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar, baik lewat pendampingan pendidikan maupun aksi sosial berbasis lingkungan,” tegas Azmi.
Guna mewujudkan skema itu, PCM Genteng bersama Takmir Masjid Bahagia mulai merancang sejumlah program pendampingan warga. Program kerja yang disiapkan mencakup bantuan pendidikan bagi anak tak mampu hingga aksi tanggap sosial berbasis lingkungan perumahan.
Menanggapi gagasan tersebut, jajaran pengurus Lazismu Surabaya menyambut positif penguatan peran tempat ibadah di tingkat cabang. Kemitraan ini diharapkan dapat menyelaraskan program alokasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Lazismu dengan kebutuhan riil warga di kawasan Plampitan dan Peneleh. Apalagi kawasan ini merupakan salah satu “perintis” paham Muhammadiyah saat pertama kali masuk ke Surabaya dan Jawa Timur.





0 Tanggapan
Empty Comments