Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muhammadiyah: Now for Climate

Iklan Landscape Smamda
Muhammadiyah: Now for Climate
Keterangan foto dari kiri Andi Hariyadi bersama Romo Abaya tokoh agama Budha pada acara wawasan Kebangsaan Peduli Lingkungan
Oleh : Andi Hariyadi Ketua Majelis Pustaka Informatika dan Digitalisasi PDM Surabaya

Transformasi lingkungan hidup saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Di berbagai daerah, persoalan tata kelola sampah masih menjadi masalah serius.

Selain dipengaruhi cara pandang masyarakat terhadap lingkungan, rendahnya kesadaran dalam memilah sampah juga turut memperparah keadaan. Di sisi lain, kerusakan keseimbangan lingkungan terus terjadi dan dampaknya diperkirakan akan dirasakan hingga generasi mendatang.

Persoalan lingkungan bukan lagi masalah kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab bersama. Karena itu, menjaga lingkungan perlu menjadi bagian dari aktivitas kehidupan yang bernilai ibadah dan diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

Muhammadiyah selama ini berupaya hadir memberikan solusi dalam berbagai bidang kehidupan, mulai aspek keagamaan, sosial, pendidikan, hingga lingkungan.

Upaya tersebut merupakan bagian dari amal saleh yang menjadi manifestasi nilai-nilai keimanan dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, implementasi iman dan takwa tidak berhenti pada aspek spiritual semata, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan, termasuk isu lingkungan hidup.

Kehadiran manusia beriman merupakan bentuk hidayah Allah SWT. Hidayah tersebut harus diiringi dengan penggunaan akal secara optimal agar menghadirkan kemanfaatan, bukan kerusakan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Yunus ayat 100:

“Dan tidak ada seorangpun akan beriman, kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang – orang yang tidak mempergunakan akalnya”.

Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Wajiz menjelaskan:

“Tidak ada seorangpun bisa beriman kecuali atas kehendak dan pertolongan Allah. Tidak ada yang terjadi tanpa kehendakNya dan kami tidak mampu menunjukkan orang kepada jalannya. Sesungguhnya hal itu dikembalikan kepada Allah SWT. Allah menimpakan azab-Nya atas orang-orang yang tidak berpikir tentang ayat-ayatNya.”

Dari ayat tersebut terdapat dua kata kunci yang saling berkaitan, yakni iman dan akal. Iman menjadi fondasi untuk menjaga ketauhidan dan kebenaran, sementara akal menjadi sarana untuk memahami rahasia kebesaran Allah SWT sehingga manusia mampu mengembangkan berbagai potensi kehidupan untuk kemaslahatan bersama.

Sebaliknya, penggunaan akal yang tidak disertai tanggung jawab dapat melahirkan berbagai bentuk kerusakan yang membahayakan kehidupan manusia dan alam semesta.

Berangkat dari perspektif tersebut, Muhammadiyah tidak pernah berhenti berdakwah melalui berbagai amal usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kini, perhatian terhadap isu lingkungan menjadi bagian penting dari gerakan dakwah Muhammadiyah sebagai bentuk tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Konsep ecoteologi yang berkembang di lingkungan Muhammadiyah menjadi salah satu upaya mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Bumi yang menjadi satu-satunya tempat tinggal manusia harus dijaga dan dilestarikan agar tidak mengalami kerusakan yang dapat mengancam peradaban global.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2026 yang mengangkat tema “Now for Climate” menjadi momentum penting untuk memperkuat dakwah lingkungan Muhammadiyah.

Tema tersebut mengandung pesan bahwa kepedulian terhadap iklim tidak boleh ditunda. Persoalan perubahan iklim sudah berada pada tingkat yang serius sehingga membutuhkan tindakan nyata mulai sekarang, bukan nanti.

Semangat tersebut sejalan dengan ajaran Islam tentang fastabiqul khairat, yakni berlomba-lomba dalam kebaikan. Ketika ada kesempatan untuk berbuat baik, termasuk menjaga lingkungan, maka tindakan tersebut harus segera dilakukan.

Kehidupan di bumi sangat bergantung pada keseimbangan iklim yang telah diciptakan Allah SWT secara sempurna. Mulai dari pengaturan suhu, curah hujan, hembusan angin, posisi matahari, hingga komposisi atmosfer bumi yang terdiri atas nitrogen, oksigen, karbon dioksida, dan unsur lainnya telah dirancang secara presisi untuk menopang kehidupan.

Namun, keseimbangan tersebut kini menghadapi ancaman serius.

SMPM 5 Pucang SBY

Sejak era revolusi industri, eksploitasi sumber daya alam berlangsung secara masif melalui penggunaan batu bara, minyak bumi, gas, dan berbagai sumber energi fosil lainnya. Kondisi ini diperparah dengan penggundulan hutan yang menyebabkan rusaknya habitat flora dan fauna.

Hutan yang selama ini berfungsi sebagai paru-paru dunia terus berkurang akibat berbagai aktivitas pembangunan yang tidak memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Dampak dari kerusakan tersebut kini mulai dirasakan secara global, mulai dari meningkatnya suhu bumi, perubahan pola curah hujan, ancaman terhadap ketahanan pangan, hingga berbagai persoalan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Allah SWT telah mengingatkan manusia melalui firman-Nya dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rum ayat 41:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia.”

Ayat tersebut menjadi peringatan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini merupakan konsekuensi dari tindakan manusia sendiri.

Semangat Now for Climate harus diterjemahkan dalam langkah-langkah nyata yang dapat dilakukan setiap individu.

Sekarang saatnya menanam pohon.

Sekarang saatnya memilah sampah.

Sekarang saatnya mengurangi penggunaan plastik.

Sekarang saatnya menghemat energi.

Sekarang saatnya menjaga lingkungan tetap bersih, asri, dan sehat.

Sekarang saatnya tidak membuang sampah sembarangan.

Sekarang saatnya membangun kesadaran sebagai insan beriman yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan global.

Sekarang saatnya menjadikan rumah, masjid, sekolah, kampus, dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari gerakan menjaga bumi.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak cukup dirayakan melalui ucapan dan seremonial semata. Yang jauh lebih penting adalah mewujudkannya dalam aksi nyata dan berkelanjutan demi menjaga bumi sebagai amanah Allah SWT bagi generasi hari ini dan masa depan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 07/06/2026 08:55
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu