Pimpinan Daerah Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (PD IGABA) Bojonegoro terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pendidik melalui penguatan Standar Guru ABA. Upaya tersebut diwujudkan dalam pertemuan rutin yang digelar di Musala PAUD ABA Percontohan Bojonegoro, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan menghadirkan Muhammad Yahya sebagai pemateri yang memaparkan Standar Guru ABA sebagai fondasi dalam mewujudkan lembaga pendidikan anak usia dini yang unggul, profesional, dan berkarakter Islami.
Dalam paparannya, Muhammad Yahya menegaskan bahwa guru ABA tidak hanya dituntut memiliki kompetensi mengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam aspek spiritual, intelektual, dan profesional.
Pada aspek spiritual, guru diharapkan membiasakan diri melaksanakan ibadah, seperti salat tahajud, salat duha, tilawah Al-Qur’an, berzikir, serta memiliki hafalan Juz 30. Menurutnya, kualitas spiritual seorang guru akan memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan karakter peserta didik.
Selain itu, lembaga juga memiliki tanggung jawab membangun budaya religius melalui optimalisasi sarana ibadah, pembiasaan doa harian, pelaksanaan salat, serta pembelajaran Al-Qur’an bagi peserta didik sejak usia dini. Di sisi lain, lembaga diharapkan mampu memberikan penghargaan yang layak kepada guru melalui sistem kesejahteraan yang baik.
Pada aspek intelektual, Muhammad Yahya mendorong seluruh guru untuk terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan yang diselenggarakan organisasi maupun pengembangan diri secara mandiri. Salah satunya dengan memanfaatkan Individual Fund Program (IFP) sebagai sarana pengembangan kapasitas profesional guru.
Sementara itu, pada aspek profesional, guru diharapkan selalu berpenampilan rapi, bersih, sopan, serta menggunakan identitas lembaga sebagai bentuk profesionalisme. Adapun lembaga didorong menjaga kebersihan, kenyamanan lingkungan belajar, serta melengkapi administrasi pembelajaran, termasuk penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH).
Dalam sesi berikutnya, Muhammad Yahya mengajak seluruh lembaga ABA memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti puskesmas, pemadam kebakaran (Damkar), perpustakaan, hingga perguruan tinggi. Menurutnya, sinergi lintas sektor akan memperkaya pengalaman belajar anak melalui berbagai kegiatan edukatif sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.
Ketua PD IGABA Bojonegoro, Dwi Anjarwati, mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk terus menjaga semangat fastabiqul khairat dalam mengembangkan organisasi sekaligus meningkatkan kompetensi sebagai pendidik.
“Organisasi akan terus berkembang apabila seluruh anggotanya memiliki semangat berlomba-lomba dalam kebaikan, saling mendukung, serta terus meningkatkan kompetensi diri. Mari bersama-sama membangun IGABA yang semakin kuat, profesional, dan memberi manfaat bagi kemajuan pendidikan anak usia dini di Bojonegoro,” ujarnya.
Melalui pertemuan rutin ini, PD IGABA Bojonegoro berharap seluruh guru ABA semakin termotivasi meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, serta menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang profesional, Islami, dan berkemajuan. Penguatan Standar Guru ABA diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan mutu lembaga sekaligus membentuk generasi yang berkarakter sejak usia dini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments