Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pendidikan Bermutu Untuk Semua

Iklan Landscape Smamda
Pendidikan Bermutu Untuk Semua
Pendidikan untuk semua selalu menjadi bagian integral dari agenda pembangunan berkelanjutan. (Fidyah Izzul Islami/PWMU.CO).
Oleh : Indar Cahyanto

Visi “Pendidikan Bermutu untuk semua” dari kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di bawah Prof Dr Abdul Mu’ti.

Kalimat yang mengisyaratkan bahwa proses Pendidikan itu yang dilakukan di negri ini haruslah bermutu dan menjangkau semua lapisan Masyarakat di Indonesia.

Dengan kata lain ada cerminan komitmen kuat dari pemerintah Indonesia untuk menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas, merata, dan dapat diakses oleh seluruh warga negara, tanpa terkecuali.

Pendidikan merupakan suatu proses investasi jangka panjang bagi masyarakat Indonesia. Di dalamnya memiliki muatan pengembangan pengetahuan dan pembentukan karakter bagi generasi muda bangsa Indonesia.

Dalam pendidikan merupakan proses pematangan kognitif psikomotor serta afektif dari kualitas siswa perlu dikembangkan.

Dengan cara membebaskan siswa dari ketidaktahuan, ketidakmampuan, ketidakberdayaan, ketidakbenaran, ketidakjujuran, dan dari buruknya akhlak perilaku generasi muda saat ini.

Pendidikan bermutu untuk semua melihat bahwa proses pendidikan yang ada di Indonesia belumlah mengakar dalam seluruh kehidupan masyarakat.

Kemudian akses Pendidikan yang didapatkan oleh masyarakat Indonesia belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

Masih ada kesenjangan dalam mendapatkan akses Pendidikan yang ada di Indonesia antara orang kaya dengan orang tak mampu serta ada beberapa alasan yang krusial menyangkut masalah ekonomi.

Merujuk data dasbor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per tanggal 1 April 2026, jumlah ATS mutakhir mencapai 3.966.858, BPB (1.913.633), DO (986.755), serta LTM (1.066.470).

Dari data-data tersebut, peserta didik yang tercatat tidak aktif berdasarkan rekam didik akan dikelompokkan ke dalam sejumlah kategori.

Antara lain putus sekolah (DO), peserta didik tidak aktif yang terindikasi putus sekolah, serta Lulus Tidak Melanjutkan (LTM), peserta didik dengan rekam didik tidak aktif dan terindikasi tidak melanjutkan dengan riwayat pendidikan terakhir di kelas 6 atau 9.

Kemudian berdasarkan data Susenas BPS Tahun 2025, jumlah Anak Tidak Sekolah pada kelompok usia 7-18 tahun sebanyak sebanyak 2.922.607 anak, terbesar pada kelompok usia 16-18 tahun yang mencapai 2.009.918 anak.

Alasan anak tidak sekolah Susenas 2025 juga menyebutkan, beberapa alasan anak tidak sekolah. Seperti merasa pendidikan sudah cukup (21,78 persen), tidak ada biaya (20,35 persen), dan sudah bekerja (16,75 persen).

Beberapa alasan lain yakni menikah, disabilitas, jarak rumah ke sekolah yang jauh, mengurus rumah tangga, dan mengalami perundungan. Dan masalah lain yang dihadapinya.

Dalam buku naskah Akademik Pembalajaran Mendalam Kemendikdasmen menyebutkan bahwa Indonesia relatif telah berhasil meningkatkan akses pendidikan dasar dan menengah.

SMPM 5 Pucang SBY

Hal ini ditunjukkan dengan angka partisipasi kasar (APK) untuk jenjang pendidikan dasar (wajib belajar) yaitu SD 104,97 persen dan SMP yang mencapai 90,67 persen (BPS, 2024).

Namun demikian, pendidikan di Indonesia saat ini masih harus menyelesaikan beberapa persoalan yang terkait dengan kualitas. Antara lain masih rendahnya skor literasi membaca dan numerasi (literasi matematika) peserta didik Indonesia sebagaimana tercermin dalam hasil Programme for International Student Assessment (PISA).

Data PISA menunjukkan bahwa literasi dan numerasi peserta didik Indonesia masih berada di bawah rata-rata peserta didik internasional (Matematika: 472, Sains: 485, Membaca: 476). Indonesia berada di peringkat 68 dari 81 negara dengan skor; matematika (379), sains (398), dan membaca (371) (OECD, 2023).

Pendidikan bermutu untuk semua masih banyak rintangan dan hambatan yang cukup signifikan dialami oleh Masyarakat Indonesia.

Maka proses penyadaran diri itu sangat penting bagi seluruh Masyarakat Indonesia untuk bagaimana mendapatkan akses Pendidikan dan memiliki pemahaman belajar sepanjang hayat.

Karena sebuah keharusan yang menjadi tantangan Masyarakat global dimana kesadaran untuk mendapatkan pengetahuan itu sangat penting dalam rangka peningkatan sumber daya manusia.

Pendidikan untuk semua selalu menjadi bagian integral dari agenda pembangunan berkelanjutan. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dikembangkan oleh Kelompok Kerja Terbuka Majelis Umum PBB tentang SDGs (OWG) memasukkan ESD dalam target yang diusulkan untuk agenda pasca-2015.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan keempat yang diusulkan berbunyi ” Memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil serta mempromosikan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua “. https://sdgs.un.org/topics/education.

Kemudian apabila ditilik dari Pasal 3 Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Peran Pendidikan sangat penting dalam memberikan stimulus kepada anak bangsa untuk terus belajar dalam menanamkan ide kreatifitas serta landasan yang sangat penting dalam penanaman pembelajaran sepanjang hayat.

Pendidikan sepanjang hayat merupakan konsep pendidikan yang menerangkan tentang keseluruhan peristiwa kegiatan belajar mengajar dalam proses pembinaan kepribadian yang berlangsung secara kontinyu dalam keseluruhan hidup manusia.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 22/04/2026 01:34
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡