Indikator Pendidikan Bermutu
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online, mutu adalah ukuran baik atau buruk suatu benda, kadar, taraf, atau derajat (kepandaian, kecerdasan, dan sebagainya). Dalam pengertian lain, mutu juga sering diartikan sebagai kualitas, nilai, atau tingkat keunggulan.
Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 adalah peraturan tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan ini mewajibkan setiap sekolah/madrasah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi/pengawasan, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi manajemen untuk meningkatkan kualitas Pendidikan
Menurut Jarome, ketika membicarakan masalah perbaikan mutu pendidikan, seringkali yang dibicarakan adalah perbaikan peringkat kenaikan kelas atau nilai rapor.
Para guru hanya terfokus tugas pokoknya pada aspek pendidikan artinya membantu siswa belajar dan mendapatkan pengetahuan.
Ia memaknai mutu dengan dua tipologi, yakni mutu dengan m-kecil; dimisalkan seperti seorang guru yang telah lama menerapkan mutu namun hanya bersifat instrumental dalam mengembangkan mutu dan memberikan pembinaan terhadap guru-guru lain, dimana banyak diantara teman-teman mereka enggan menerima tantangan mutu.
Sebaliknya, Mutu dengan M-besar; membuat setiap orang bertanggung jawab pada mutu. Orang dilengkapi dengan alat yang dibutuhkan untuk mengubah pola cara kerjanya untuk memperbaiki mutu keluaran yang dihasilkan dari proses pembelajaran.
Setiap orang bertanggung jawab mengurangi pemborosan dan melakukan efisiensi. Sebagai hasil upaya tersebut, mereka menciptakan pembelajaran dan lingkungan kerja (mengajar) yang lebih baik sesuai dengan tujuan Pendidikan. Hal ini sebagaimana tertulis pada Jurnal Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya.
Untuk memahami apa itu pendidikan bermutu, kita perlu mengetahui indikator-indikator yang menentukannya. Indikator pendidikan bermutu meliputi beberapa aspek penting seperti:
- Kurikulum yang Relevan dan Dinamis: Kurikulum harus dapat menjawab tantangan zaman dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Kurikulum yang baik juga harus dinamis dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Kurikulum yang dapat dejawantahkan oleh pelaksana Pendidikan di Indonesia. Karene di dalam kurikulum sumber suatu perencanaan dalam mengembangkan pembinaan keilmuan dan karakter peserta didik.
- Visi & Kepemimpinan Kuat: Memiliki arah tujuan yang jelas, relevan, serta manajemen yang efektif untuk perbaikan layanan terus menerus. Kepala sekolah menjadi dirigen dari suatu orkestra symphoni dalam suatu sekolah. Seorang kepala sekolah harus mampu memberikan pesan kepemimpinan yang memberikan kenyamanan dan keteladanan.
- Kualitas Guru: Guru yang berkualitas adalah kunci dari pendidikan bermutu. Mereka harus memiliki kompetensi yang mumpuni, berkomitmen, dan mampu mentransfer ilmu dengan efektif. Pendidik Kompeten & Peduli: Guru profesional, kreatif, gemar belajar, dan peduli pada perkembangan karakter serta mental siswa.
- Metode Pembelajaran yang Inovatif: Metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif dapat meningkatkan minat belajar siswa dan membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif. Pembelajaran Berpusat pada Murid yang mana proses belajar mengajar menyenangkan, kreatif, dan memfasilitasi kebutuhan serta potensi unik setiap siswa (bakat, minat). Guru pun harus dapat memahami metoda pembelajaran sebagaimana empat pilar pendidikan menurut UNESCO adalah konsep holistik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, yang terdiri dari: Learning to know (belajar mengetahui), Learning to do (belajar berbuat), Learning to be (belajar menjadi diri sendiri), dan Learning to live together (belajar hidup bersama).
- Fasilitas Pendidikan: Fasilitas yang memadai seperti ruang kelas yang nyaman, laboratorium, dan perpustakaan yang lengkap turut mendukung proses belajar mengajar yang optimal.
- Evaluasi dan Penilaian yang Tepat: Evaluasi yang baik akan memberikan gambaran yang jelas mengenai perkembangan siswa, sehingga dapat dilakukan perbaikan dan penyesuaian jika diperlukan.
- Iklim Aman, Nyaman, dan Inklusif: Sekolah bebas dari bullying, bersih, nyaman, serta menjunjung tinggi perbedaan (inklusif).
- Lulusan Berkualitas: Tidak hanya unggul dalam akademik, tapi juga memiliki karakter, keterampilan sosial, dan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja.
- Budaya Mutu: Komitmen dari seluruh warga sekolah untuk melakukan yang terbaik sejak awal guna meminimalisir kesalahan. Seluruh keluarga besar sekolah harus bisa sinergi dan kolektig kologial dalam membangun kepercayaan team sekolah yang handal.
Rasulullah Muhammad SAW berpesan agar kita tidak duduk kepada setiap “orang berilmu”. Kecuali kepada mereka yang membawa kita dari lima kegelapan menuju lima cahaya kehidupan.
وعنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: «لَا تَجْلِسُوا عِندَ كُلِّ عَالِمٍ إِلَّا الَّذِي يَدْعُوكُمْ مِنَ الْخَمْسِ إِلَى الْخَمْسِ:مِنَ الشَّكِّ إِلَى الْيَقِينِ،وَمِنَ التَّكَبُّرِ إِلَى التَّوَاضُعِ، وَمِنَ الْعَدَاوَةِ إِلَى النَّصِيحَةِ،وَمِنَ الرِّيَاءِ إِلَى الْإِخْلَاصِ،وَمِنَ الرَّغْبَةِ إِلَى الزُّهْدِ».
“Janganlah kalian duduk (berguru) kepada setiap orang yang mengaku berilmu, kecuali kepada orang yang mengajak kalian dari lima hal menuju lima hal:dari keraguan menuju keyakinan,dari kesombongan menuju kerendahan hati,dari permusuhan menuju ketulusan nasihat,dari riya’ menuju keikhlasan,dan dari ketamakan menuju sifat zuhud”.
Dunia selalu menggoda. Dari sisi harta, jabatan/tahta, maupun wanita perhatian manusia itu semua bisa memalingkan hati dari Allah.
Guru yang memiliki hati dapat mengarahkan muridnya untuk mengambil dunia sekadar kebutuhan, bukan tujuan. Ia membimbing agar hati bebas dari belitan keinginan yang tak ada habisnya.
Pesan Rasulullah muhammad tidak hanya memberi peringatan, tetapi juga memberikan ukuran yang jelas: guru yang layak diikuti oleh muridnya adalah guru yang menuntun hati, bukan sekadar mengajarkan kata-kata.
Ialah yang menyalakan lilin ketenangan, bukan api perpecahan. Ialah yang menambah iman, bukan kebingungan. Juga ialah yang mengajak kita lebih dekat kepada Allah, bukan lebih dekat kepada dunia.
Tidak semua orang berilmu dapat menuntun, tetapi yang menuntun pasti berilmu. Dan yang paling berbahagia adalah mereka yang menemukan guru yang menuntunnya menuju cahaya.





0 Tanggapan
Empty Comments