Pendidikan Bermutu untuk Semua
Tujuan Kurikulum yaitu untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi serta menumbuhkembangkan cipta, rasa, dan karsa Peserta Didik sebagai pelajar sepanjang hayat yang berkarakter Pancasila melalui pembelajaran mendalam.
Pada 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia merumuskan kerangka kerja pembelajaran mendalam yang terdiri atas empat lapisan utama. Antara lain:
- Dimensi Profil Lulusan Dimensi profil lulusan merupakan kompetensi utuh yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik setelah menyelesaikan proses pembelajaran dan pendidikan. Profil lulusan terdiri atas delapan dimensi, yaitu (1) keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) kewargaan, (3) penalaran kritis, (4) kreativitas, (5) kolaborasi, (6) kemandirian, (7) kesehatan, dan (8) komunikasi.
- Prinsip Pembelajaran Prinsip pembelajaran merupakan landasan penting yang memastikan proses belajar berjalan efektif. Tiga prinsip utama yang mendukung pembelajaran mendalam adalah berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Ketiga prinsip ini dalam implementasinya tidak harus berurutan, tetapi saling melengkapi dalam membangun pembelajaran mendalam bagi murid. Ketiga prinsip pembelajaran tersebut dilaksanakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga.
- Pengalaman Belajar Pengalaman belajar merupakan proses yang dialami individu dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, atau nilai. Pengalaman belajar dalam konteks pembelajaran mendalam berfokus pada proses yang bertahap untuk mencapai pemahaman yang mendalam, mencakup pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
- Kerangka Pembelajaran Kerangka pembelajaran merupakan panduan sistematis untuk menciptakan ekosistem Pendidikan yang mendukung pembelajaran. Fokus utama kerangka ini adalah membentuk pengalaman belajar yang holistik bagi murid. Keempat elemen ini yaitu praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi digital.
Dalam buku naskah akdemik pembalajaran mendalam kemendikasmen menyebutkan tokoh Pendidikan yang bernama John Dewey, bahwa pendidikan bukanlah sekadar persiapan untuk hidup di masa yang akan datang, namun juga merupakan kehidupan itu sendiri.
Hal ini berarti pendidikan tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu, tetapi juga alat untuk membangun masyarakat ideal yang mencerminkan nilai-nilai universal seperti kebebasan, keadilan, dan kemanusiaan, dengan mengintegrasikannya ke dalam pengalaman hidup peserta didik.
Mewujudkan pendidikan bermutu salah satu pilar penting dalam pembangunan bangsa. Karena tertuang dalam tujuan negara dalam pembukaan UUD 1945 yakni Mencerdaskan kehidupan Bangsa”.
Apalagi Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, pendidikan bermutu tidak hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga menjadi keharusan untuk menciptakan generasi yang berdaya saing serta generasi yang memiliki inovasi kreatifitas.
Salah satu yang memainkan peran penting dalam menuangkan gagasan Pendidikan bermutu untuk adalah sekolah.
Sekolah merupakan Lembaga resmi sebagai tranfer pengetahuan dan penanaman budi pekerti akhlak kepada peserta didik.
Di sekolah juga merupakan proses pelembagaan yang terstruktur dalam proses pembelajaran kegiatan belajar mengajar. Pandangan KH. M. Hasyim Asy’ari, lingkungan pendidikan yang baik harus mencerminkan penghormatan terhadap guru, teman sejawat, dan sumber ilmu.
Guru dihormati sebagai pembimbing penuh kasih sayang, teman sejawat dihargai dalam semangat kolaborasi, dan sumber ilmu dirawat dengan sikap rendah hati. Melalui sistem among, yang mencakup nilai asah, asih, dan asuh, (kemendikdasmen;2025).
Dalam kegiatan belajar mengajar menurut Ki Hajar Dewantara menekankan bahwa pendidikan harus berorientasi pada kemandirian peserta didik, didukung oleh sistem among yang mencakup nilai asah, asih, asuh.
Kemudian selanjutnya Syaikh Az-Zarnuji (2009) dalam Ta’līm al-Muta’allim menekankan pentingnya adab dan metode belajar yang efektif dalam memperoleh ilmu yang bermanfaat.
Salah satu konsep utama yang relevan dengan PM adalah urgensi kesungguhan dan niat yang ikhlas dalam belajar sehingga peserta didik mendapat kemanfaatannya. Pembelajaran juga terkait erat dengan adab memuliakan, yang mencakup penghormatan terhadap ilmu dan guru. (kemendikdasmen;2025).





0 Tanggapan
Empty Comments